Kamis, 23 Mei 2013

Air Mata Bahagia



Detik itu...
Waktu itu...
Enyah terasa
Ku elus-elus dadaku

Penantianku membawa senyum
Air mata bahagia menetes di sudut mataku
Tubuh ini menunduk, lalu bersujud Kepada_Mu
Tak tau lagi apa yang mesti terucap di bibir ini

Mulai memandang menerawang
Melihat air mata bahagia itu datang
Memeluk erat ketiga sahabatku
Hari itu kami lulus

Penantian panjang selama tiga tahun
Terjawab sudah dengan air mata bahagia
Hari yang paling bersejarah dalam hidupku
Tak lupa ku bersyukur Kepada_Mu

Terima kasih Tuhan
Terima kasih atas semua yang Kau berikan
Aku tersenyum di hari itu


Oleh: Selfia Mona Peggystia

Minggu, 12 Mei 2013

Death Diary


Malam yang hening
Menulis kisah singkat
Perjalanan hidup
Sungguh pedih dan tak tertahan

Cahaya lilin yang indah
Kini redup seketika
Hamparan udara malam itu
Mengusik tubuhku

Aku tak bisa bertahan
Pisau yang tajam
Ku goreskan di denyut nadiku
Rasa sakitpun menderai

Tapi ku tahan dan bertahan
Untuk menemuimu kasih
Ke tempatmu yang baru
Surga nan indah bercahaya

Bintang


Ketika malam tiba
Ku tatap langit gelap
Kilau cahaya yang cantik
Kian menambah indahnya malam
              
Satu, dua, tiga. . .
Jumlahmu tak terhingga
Aku ingin menggapaimu
Namun takkan pernah mungkin

Titik kecil yang berkilau
Bagaikan serpihan berlian
Namun semarak dengan keajaiban
Yang tiada terjamak oleh mata

Bintang. . .
Begitulah orang menyebutmu
Sungguh kau cantik nan indah
Ciptaan_Mu Yang Maha Kuasa


Oleh: Selfia Mona Peggystia

Aku Suka, Aku Sukaa


Mengapa aku terlalu menyukaimu
Mengapa aku terlalu senang mendengarmu
Entahlah...
Ada yang sependapat denganku dan malah sebaliknya
Aku tak menghiraukannya
Aku nyaman dengan apa yang ku sukai
                                 
Alunan musik nan-indah, berhias sari-sari dari kain sutra
Itulah yang terbayang ketika ku mulai mendengarmu
Sungguh tarian yang khas dari India

Tarian yang unik dan menggairahkan mata yang melihat
Dengan lagu-lagu yang tak pernah ku mengerti artinya
Tapi seperti menyatu ketika ku mendengarnya
Melihat senyum dari seorang boyband Korea yang ku idolakan
Lagunyapun tak henti-henti  ku dengarkan

Sangat menyukaimu...
Akan selalu ku tunggu lagu-lagumu
Lirik-lirikmu dan alunan musik nan-indah
Karena aku penyukamu, oo.. Kabhi Khusi Kabhi Gham
Karena aku setia mendengarmu, Hello Shinee Lucifer


 Oleh: Selfia Mona Peggystia

Buah dari Hobiku


        Buah berarti sebuah hasil dari usaha/ keterampilan. Setelah lama berdaun lalu menghasilkan buah yang manis untuk di cicipi, itulah buah. Jika saya mengartikan tentang hobi, yang pertama terpikir dalam benak saya adalah hobi saya sendiri yaitu menulis. Hobi yang merupakan titik berpikir saya yang terinspirasi dari apa yang saya lihat dan apa yang saya alami, bisa terinspirasi dari berbagai macam buku (cerpen, dongeng, komik, novel, dll), itu yang membuat saya terinspirasi lalu bisa menciptakan sebuah tulisan. Terkadang juga dengan tak sadarnya, saya mendapat inspirasi dari sahabat-sahabat saya yang menceritakan apa yang mereka alami saat itu. Pertama saya bisa menulis sebuah cerpen yaitu ketika saya masih duduk di bangku SD, ketika itu pelajaran Bahasa Indonesia dan guru saya menyuruh untuk membuat sebuah cerpen. Ide dari cerpen itupun terinspirasi dari adik-adik kelas saya yang sedang memainkan kelereng di halaman sekolah. Dengan pasihnyapun saya bercerita di depan kelas tanpa saya sadari ternyata saya bisa dan mendapatkan senyuman terbaik dari guru saya waktu itu. Senang rasanya saya bisa menceritakan apa yang saya tulis. Dari situlah pertama saya bisa menciptakan sebuah tulisan (cerpen).
          Memang, dari saya SD saya sering di ajak membeli-beli buku ke toko buku oleh ibu saya, tak hanya satu pilihan buku yang saya ambil melainkan empat atau lima buah buku. Jika melihat gambar dari sampulnyapun begitu menarik untuk di baca, tak segan-segan saya mengambil empat atau lima buku cerita. Anehnya, buku cerita yang belum di bayar itupun langsung saya baca ketika ibu sedang bercakap-cakap dengan mba yang berada di kasir, sampai mba-mba itu terheran melihat saya. “Aduh adik, rajinnya baca buku, pasti deh juara di sekolahnya.” (Begitu kata mba kasir kepada saya), dan saya membalas dengan senyuman. Sesampai rumahpun saya membaca dan membaca buku cerita tersebut, gambar-gambarnya yang indah, serasa berada di dalam buku itu.
          Beberapa tahun kemudian saya sudah mengenakan seragam putih biru, ikat dua dan di hiasi dengan pita warna biru. Siapa bisa menebak? Ya, lucu dan masih imut-imutnya. Teringat dalam bayang saya waktu itu, mendapat juara 1 lomba menulis cerpen yang di adakan oleh sekolah saya sendiri yaitu SMPN 1 Narmada. Ketika nama saya di panggil, sayapun langsung terdiam tak percaya dengan apa yang terjadi saat itu, sampai teman saya mengagetkan saya mendapat juara pertama lomba menulis cerpen, “Mona.. ayo maju, namamu sudah di panggil tiga kali.” Sayapun bangun dari duduk saya dan berjalan dengan rasa yang “bingung” tak percaya dengan apa yang terjadi. Tapi itulah kenyataan, inilah hobi saya, ini buah dari hobi saya dan inilah karya ciptaan saya. Mona yang bisa menciptakan sebuah cerpen, Monapun yang bisa menciptakan sebuah puisi. Ayo Mona, semangaatttt...!!! J
          Hari minggu biasanya terjadwal untuk hari libur tetapi saya, tidak, karena di hari minggu saya mengisi dengan extrakulikuler sekolah, jam 8 untuk bermain basket sampai selesai, jam sepuluhnya masuk kelas untuk mengikuti mading sekolah. Yang memberi pengarah waktu itu adalah bapak Ruslan Nedi. Beliau adalah seorang yang sangat berjasa, karena ia adalah seorang guru yang mengajar keterampilan dan ilmu jurnalistik, ia juga seorang wartawan pemburu berita. Sangat berjasa bukan? Selain mengajar siswanya, ia juga berjasa kepada masyarakat, memberi informasi melalui koran yang di tulisnya dan lain sebagainya. Dua profesi sekaligus. Setiap ia memberi pengarahan, kadang ia menceritakan pengalamanya dahulu, menceritakan pengalamannya berprofesi sebagai wartawan pemburu berita. Sebenarnya orang tua itu tidaklah sadis jika teman-teman mengenalnya, siapa sih bapak Ruslan Nedi? Pasti yang menjawab mengatakan, “itu guru yang paling sadis yang suka marah-marah tidak karuan.” Hmm, sebenarnya ia tak seperti itu, hanya saja mungkin teman-teman ada kesalahan yang membuat ia berprilaku seperti itu kepada teman-teman. Heran mungkin jika tau sosok bapak Ruslan Nedi itu sebenarnya, sangat polos ketika memberi pengarahan, memberi penjelasan dan lain sebagainya. Satu kata untuk bapak Ruslan Nedi, “terima kasih pak, berkat bapak saya bisa lebih tau mengenai tulis menulis dan dunia wartawan.”
          Waktupun terus berjalan dan berjalan, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, dan  hanya saya yang tidak bisa berganti, “saya ya saya, dan hanya saya, hahaha....” Hingga sayapun mengenakan seragam putih abu-abu, masa-masa yang paling mengindahkan, yang setiap hari setiap waktu tersibukkan dengan pelajaran IPA. Masa yang tak bisa terlupakan, banyak kenangan pula. Di bangku esema, setiap ada lomba menulis cerpen, aku selalu absen mendapat juara tiga besar sampai pernah puisi saya di muat di website anakkreatif www.anakkreatif.org. Mm.. sangat bersyukur dan bahagia puisi saya bisa di muat. Alhamdulillah.... J
          Berjuang dan berusaha, berjuang lagi sampai saya bisa meraih cita-cita saya nantinya. Jangan pernah takut salah dan kalah, karena dari kedua kata tersebut kita bisa belajar untuk memperbaiki diri, untuk membenahi diri menjadi lebih baik lagi. Karena kesuksesan itu di raih dari sebuah (kerja keras/ usaha, kreatifitas, pola pikir yang positif, cerdas dan mampu menghadapi tantangan). Mari kita kejar impian kita, berusaha/ bekerja keras dan berjuang, Insya Allah akan terlaksana dengan baik. Hanya diri kita sendiri yang bisa mengubah perubahan dalam diri kita menjadi lebih baik, jadilah pribadi baik dan jadilah orang-orang pilihan. Menulis bagi saya adalah sesuatu yang bisa merubah saya menjadi lebih berkesan, menulis adalah segala-galanya bagi saya, menulis adalah bagian dari hidup saya, dan dunia saya. Sebelum Anda menulis, cintailah tulisan terlebih dahulu. Tulisan adalah jendela inspirasi duniaku... J

Si Pink yang Kesepian



          Teringat ketika aku selalu di dekatmu, merasakan suasana romantis bersamamu. Malam terlelap bersama, sampai tebangun dengan indahnya pagi yang menyapa. Tiap hari ku selalu merawatmu dengan penuh kasih sayangku, tak jua bisa menghilangkan rindu ini untukmu. Ketika malam tiba, tertidur bersama mendengarkan irama musik nan indah, di langitpun terlihat bulan dan bintang yang selalu menerangi malam untuk kita bersama. Saatku sendiri, kau selalu menjaga dan menemaniku dengan senyuman indah di wajahmu. Terlihat pipimu yang memerah namun tak semerah darah melainkan nampak warna pink. Perpisahan terakhir kitapun terasa haru, tak tenang karna akan jauh darimu. Malam itupun ku terus memandang indah wajahmu, tak bisa lepas karena malam itu malam terakhir kita bersama. Iringan lirik lagu menambah keeksotisan malam terakhir kita.
          Tak terasa malam sudah larut, akupun mengajakmu memejamkan kedua mata indah yang terlihat haru-biru akan perpisahan esok paginya. Dalam gelapnya, dalam indahnya mimpi, sang peri mimpipun datang memberi mimpi yang indah bersamamu pada malam terakhir itu. Sampai pada keesokan harinya, sang burung bernyanyi nan merdu membangunkanku. Terasa pagi yang sangat indah melihatmu di depanku, lalu tersenyum kepadaku, seolah-olah tak akan terjadi apa-apa di kala pagi itu datang. Namun, tak kupungkiri perpisahan itu semakin dekat, di mana detik ke menit, menit ke jam menyapa. Ku terus memandangimu, tak terasa aku kan pergi jauh darimu meninggalkan pulau kelahiranku. Namun pendidikan mulia menanti dan melambai-lambai padaku. Iapun tak pernah memperlihatkan kesedihan akan kepergianku, ia hanya tersenyum manis kepadaku agar aku tak bersedih lagi.
          Aku tau, nantinya memang kita akan di pertemukan kembali. Entah kapan, waktu yang amat lama. Tapi aku berjanji aku pasti kembali untukmu dan bersama kembali, meniti kehidupan nan indah bersamamu. Embun kecil dari matakupun menetes ke bajumu yang imut pink itu. Akhirnya perpisahan itu datang menjemputku, hanya bisa memandangi wajahmu dan mengatakan aku pergi lama namun tak perlu mengkhawatirkanku karena aku pasti akan kembali untukmu. Suasana harupun terasa, mengalir deras air mataku yang tak bisa lagi aku tahan. Selembut kapas terasa tisu yang kau berikan kepadaku. Aku pasti akan rindu padamu, jauh di mata namun kan selalu teringat di hati kenangan tentangmu bersamaku. Tak perlu bersedih, karena aku kan selalu menulis sepucuk puisi kerinduan untukmu. Walau jarak memisahkan kita, namun takkan ada sepertimu, menjaga dan menemaniku di tiap hari-hariku. Aku sangat rindu padamu, rindu yang akan terus menggelayut di sanubariku. Tak akan bisa terucap kata lagi namun hati ini merasakan. Tunggulah aku kembali, bersama dalam pangkuanmu, tak akan ada yang sepertimu di sini karena rindu ini selalu ada di hari-hariku yang baru di sini. Tak usah bersedih lagi si pink “kamarku.” Hahahahahahahahahahaa

Rindu suasana kamarku di rumah, peace ya... !!
^0^ miss u lombok ^0^
               =,=
Oleh: Selfia Mona Peggystia

Sabtu, 06 April 2013

Aku Bertahan untuk Cintamu


Di sini sendiri, bertatap muka dengan siang dan malam
Melihat birunya langit dan hiasan permata bintang di malam hari
Ada pula bulan yang kadang menampakkan dirinya menemani tiap sepiku yang membisu

Terkadang angin menyapaku penuh belai
Membuatku terusik akan dinginnya malam
Seperti burung yang hendak pulang ke sarang
Tak kuasa menahan badai dingin malam

Aku sepi, kadang kau tak mengerti rasa ini
Aku ingin menjadi mawarmu yang terlihat begitu indah
Aku ingin menjadi kunang-kunangmu yang bisa memberimu cahaya ketika gelap
Aku juga ingin cinta kita selalu mengalir seperti air sungai yang tak ada habisnya

Inilah cinta yang kadang membuat bahagia, yang kadang membuat luka di hati
Berkelok-kelok perjalanan cinta yang penuh dengan kerikil
Badai cinta pun datang menghampiri
Tak kuasa menahan dan ingin segera badai itu pergi

Sungguh besar kekuatan cinta yang kadang membuat kita sakit hingga meneteskan bulir-bulir air mata
Ketika bulir-bulir itu hancur menjadi bulir-bulir yang kecil
Ketahuilah, itu karena kekuatan cinta
Cinta yang amat tulus dan murni di hati
Ketahui di dalam tetesan bulir airmata, ada satu nama yang selama ini buatku bertahan

Yang selama ini buatku belajar apa arti “ketulusan”
Arti “mengalah”.....
Arti “kesabaran” dan arti cinta yang sebenarnya.....

Oleh: Selfia Mona Peggystia

Special for“My Anniversery 8, Reyna_4812”