Jumat, 29 Maret 2013

Kekompkan Cheers SMANAR


Kekompkan Cheers SMANAR
Oleh
Selfia Mona Peggystia


Hay..kenalin aku seorang siswa SMAN 1 Narmada. Waktu itu aku duduk di kls XA. Kisah ini berawal sejak aku mengikuti cheers di sekolahku. Ketika itu sekelompok kakak kelas menghampiriku. “Hey dek, mau ikut jadi cheers SMA kita gag??”. “Aku??”, (dengan nada tak yakin). “Ia kamu??”. Buat apa kak. . .dan siapa saja yang ikut? (tanyaku dengan nada pelan). “Gini dek, kan besok ada lomba basket DBL, nahh kalo gag ada cheers, team basket tidak bisa main.
     Makanya negh kakak mau ikutin kamu”. Awalnya aku menolak tapi kalo di pikir-pikir boleh juga tuw ikutan cheers, tambah-tambah pengalaman gitu. . . Jadi waktu itu aku setuju menjadi anggota cheers. Pada saat itu (kak Dhecy, kak Ela, kak Rose, kak Rina, Vivie, Nora, Anggye, Tyaq, dan juga aku) resmi menjadi anggota cheers SMAN 1 Narmada. Dan setelah  itu aku dan teman cheers yang lain di foto  untuk menjadi peserta cheers sekaligus untuk foto ID Card menjadi anggota yel-yel. Waktu itu aku mengira ada pelatih yang akan melatih aku dan teman-teman cheers yang lain, tapi ternyata sama sekali gag ada pelatih.
Aku sempat kecewa karna gag ada pelatih yang melatih aku dan teman-teman cheers. Sehingga aku dan temen-teman memutuskan untuk membuat gerakan sendiri tanpa ada pelatih. Kak Rose yang terpilih menjadi kapten cheers bingung karna gag ada pelatih sama sekali. “Kak, sebenarnya kalo kita ikut cheers kaya gini, sekolah yang nanggung semuanya. Mulai dari sewa palatih, sewa kostum dan lain-lain. Tapi kok anggota cheers sendiri yang nanggung semuanya”. (Ucapku dengan nada kesal). “Ia kak, seharusnya begitu..sekolah yang harus nanggung semuanya, kita samua di sini tinggal tampil aja”. (Tambah Vivie). Yahh seharusnya begitu, emank sekolah yang harus nanggung semuanya, tapi kan tau?? (Ucap kapten cheers sepotong).
Tau apa kak? (timbal Anggye). Udach akh, gag usah di bahas lagi, mending sekarang kita pikirin gerakannya dulu, kalo soal dana besok kita pikirin. (Ucap kak Rose). Dan pada saat itu aku dan taman cheers yang lain mulai berlatih, kebetulan banget negh ada kakak yang pinter ndedance dari SMP, jadi bisa berlatih sama dia. Kak Elapun mulai menyusun gerakannya, berhari-hari kita latian dengan penuh canda dan tawa.
Waktu demi waktu berlalu, hingga pada saatnya aku dan teman cheers yang lain mulai menghafal gerakannya setengah. Waktu itu hari minggu tanggal 2 Januari 2008, aku dan teman cheers yang lain latian di ruang media, tapi sayang waktu itu DVDnya rusak. Kaptenku langsung menyuruh salah satu dari aku dan teman cheers yang lain untuk mengambil DVDnya. Kak Rinapun setuju untuk mengambil DVDnya, kebetulan rumahnya juga dekat dengan sekolah. Beberapa menit kemudian kak Rina datang dengan membawa DVDnya dan latianpun langsung di mulai.
 Aku dan teman-teman terus berlatih  berminggu-minggu dan akhirnya aku dan temen-teman menghafal semua gerakan. Dua minggu sudah aku dan teman-teman berlatih dengan serius. Aku berharap semoga aku dan teman-teman  bisa tampil dengan baek. Amin-amiin… Selesai latian, aku dan teman-teman langsung membahas soal kostum. Mau dapet uang dari mana buat beli kostum , (ucapku dalam hati). Kak Rose yang menjadi kapten langsung mengajak aku dan teman-teman untuk meminta dana dari sekolah. Keesokan harinya pada waktu jam istirahat, kapten cheers langsung meminta aku dan teman-teman untuk berkumpul di perpustakaan.
 Pada waktu itu juga aku dan teman-teman langsung menuju perpustakaan, lalu langsung menuju keruang BP untuk membahas soal dana kepada Pak Suitre selaku wakil kepala sekolah. Kak Rosepun langsung ngomong, “Gini Pak, kami dari anggota cheers sekolah kita, ingin meminta dana untuk membeli kostum buat tampil hari minggu, bisa gag Bapak memberitahukan Pak Kepsek untuk membantu kami? (dengan nada pelan). Yah, Bapak ngerti kalian. Bapak akan berusaha supaya kalian bisa tampil, tapi kalo Pak Kepsek ngasi uang tidak sesuai dengan permintaan kalian, gag apa-apa kan?? (Jawab Pak Suitre). “Iia udah pak, yang penting sekolah ngasi dana aja dulu, nanti kami pikirkan dana selanjutnya. Makasi pak kalo gitu, kami permisi dulu pak” (ucap kak Rose). Yah, semoga sukses ia nak. Iia pak, mari pak. Kami duluan. (Dengan nada serempak).
Beberapa jam kemudian, tanda bel pulang berbunyi. Aku dan teman cheers langsung berkumpul di perpus karena tadi aku dan teman-teman mendapat kiriman sms dari kak Rose. Pak Suitrepun sudah menunggu. “Ini nak, Bapak cuma bisa ngasi kalian 50 ribu per orang, cuman itu yang dikasi Pak Kepsek”. (Ucap pak Suitre). Owh ya pak makasi atas bantuannya. Kami semua sangat berterima kasih kepada Bapak. (Ucap kak Rose). “Iia sama-sama nak, semoga sukses pas kalian tampil besok”. Aminn…(dengan nada serempak).
Pulangnyapun aka dan teman –teman yang lain berencana membeli kostum untuk tampil hari minggu. Jam 3 ntar kita kumpul di sekolah dan kita langsung berangkat membeli kostum, (ucap kak Rose). Sesampai rumah, akupun tidak  langsung makan malah meminta uang untuk membeli kostum. Akupun di kasi uang 150 ribu, yahh..meskipun di kasinya sambil ngomel-ngomel gitu. Berisik banget omelan itu di telingaku. Tapi gag apa-apalah, yang penting dapet uang, hehhe… Berapa lama kemudian menunjukkan jam setengah 3, akupun langsung mandi dan bersiap-siap ke sekolah. Akupun langsung menstrater mio bututku dengan gesitt. Yahh meskipun gag butut-butut amat.
Sesampai di sekolah teman cheers yang lain sudah menunggu, rupanya aku yang paling telat datang. Maklum anak loteng, jauhh. Hehhe… Akupun boncengan sama Nora dan langsung berangkat untuk membeli kostum. Toko demi toko kami kunjungi dan akhirnya kami menemukan kostum yang cocok. Setelah membeli kostum, kami menyempatkan mampir ke mall dulu untuk berjalan-jalan sebentar dan membung penat setelah berlatih. Hari minggupun tiba, aku dan teman cheers berlatih di sekolah dan tidak lama kemudian kami memutuskan untuk beristirahat dulu. Jam demi jam berlalu, aku dan teman-teman semua pergi ke salon untuk di dandani dengan cantik. “Ughh, kenapa harus ada merah-merah gini di pipiku?”, (ucapku). Mana mesti pake lipstick segala lagi, ufhhh…. Tapi ya udalah, yang penting hari ini aku dan teman-teman yang lain bisa tampil maksimal.
 Tak lama kemudian, aku dan teman-teman cheers langsung berkumpul di gedung tempat kami akan tampil. Rasa gugup pun langsung menyerang diriku, aku tak yakin dengan diriku. Dua gelas air Aqua aku minum, akhirnya aku cukup lega dan mulai tumbuh rasa optimis dalam diriku. Cayoo cheers SMANAR..!!! (Suara teriakan dari teman-teman yang mendukung kami). Tiba saatnya anggota yel-yel di panggil, yak..yang akan tampil sekarang yel-yel dari SMAN 1 Narmada, (terdengar di telingaku).
Aku dan teman-temanpun langsung menuju tempat kami tampil. Iringan musik yang mengalun di telingaku, seiring dengan gerakan yang kami tampilkan. Pada saat piramide akan kami tampilkan, ketika itu aku dan Anggye menjadi paling depan. Kak Rina dan Vivie paling atas, waktu kak Rina memulai untuk naik ke punggung teman-teman yang lain. Tak ku sangka kakinya kak Rina kepeleset dan jatuh. Suara teriakanpun langsung membaluti penampilan kami. Perlahan-lahan kak Rina naek lagi dan akhirnya..yeahh SMANAR…!! Gerakan terakhir langsung dengan gaya yang sok imut, sok centil. He he hee… Penampilan kamipun terasa kurang sempurna, karena ada sedikit kesalahan dalam penampilan kami. Tapi anggota cheersku bangga dengan penampilan kami, meskipun ada sedikit kesalahan  tapi yang paling kami banggakan adalah KEKOMPAKAN cheers kami. Cheers yang mandiri tanpa ada pelatih asal team basket bisa main.

Dana yang tak cukup di berikan dari sekolah tapi tetap tampil dengan kemampuan yang kami miliki. Belajarlah dengan mandiri karena akan memberikan pelajaran terbaik dalam diri kita, sesungguhnya dari kesalahanlah kita bisa menjadi lebih baik.

The End




Love Story


Love Story
Oleh: Selfia Mona Peggystia


Cinta !!
 Sebuah perasaan yang tersirat dari hati, semua orang memiliki cinta. Bahkan ada yang mendamba-dambakan cinta itu datang. Entah kapan, ga ada yang tau cinta kapan datangnya dan kapan berakhirnya. Cinta itu bagaikan permen nano, yang kadang manis jika hendak dijalani, kadang asem jikala waktunya tiba. Ku akui cinta ga akan berjalan dengan indahnya saja melainkan rintangan yang pahit datang menghampiri. Janji keindahanpun terkubur menjadi angan yang tak akan pernah ada jawaban.
            Cinta, awalnya terasa mengindahkan. Bahkan sebesar-besar perasaan jika hendak dimulai, serasa menjadi pangeran dan permaisuri. Tak cukup mengucapkan “I Love You” saja, sebuah perandaian dengan “kata” yang mengindahkan bisa saja terucap jikala hubungan baru-baru berumur jagung. Keinginan untuk mengungkapkan berjuta kata hati sesegera mungkin ingin terungkapkan, tak mau lagi menunggu esok. Entahlah, terlampaui dengan indahnya cinta yang dimiliki, tak memikirkan apa yang akan terjadi esok dan kapan akan berakhirnya. Terasa indah namun terkadang terputus begitu saja, berawal dengan indahnya kisah cinta berakhir pula dengan indah. Tapi coba anda renungkan isi semua apa yang saya tulis ini, pahami dengan seksama arti cinta sebenarnya.
Selamat membaca !!!
            Cinta jangan lihat dari satu sisi, melainkan di lihat dari dua sisi. Ada orang yang mencintai karena melihat fisiknya, belum tentu akan berjalan dengan indah, ia hanya melihat sisi fisiknya orang tersebut dan saya katakan itu bukan cinta melainkan kata “suka.” Cinta itu bukan untuk dilihat dan hanya menjadi permainan belaka melainkan cinta itu adalah kekuatan perasaan yang timbul dari hati ke hati.
            Mengatakan cinta tapi hanya untuk memeras harta benda pasangan itu salah. Karena cinta tak pernah mengajarkan untuk saling memeras, ia mengajarkan untuk saling memberi dan menerima, untuk saling menyayangi satu sama lain. Jika cinta untuk perasan harta, jangan untuk memulai dan menjalani, bersikaplah yang benar untuk cinta. Ketahuilah cinta itu sebuah anugerah yang di titipkan oleh Allah SWT untuk umatnya.
            Indah didepan tak disangka dibelakang. Ini yang parah. Terkadang ada yang mengalami seperti itu, didepan mengatakan sayang dan cinta tapi dibelakang dia punya wanita/ pria lain. Tak terbayang bagaimana rasanya hati dikhianati. Semua kata-kata keindahan hanyalah bualan saja bukan sebuah jawaban yang membenarkan. Disatu sisi ada yang tersakiti, satu sisinya lagi ada kebahagiaan untuk orang yang menyakiti perasaan pasangannya. Namun, sepandai-pandai sesuatu disembunyikan akan ketauan jua. Hanya perasaan tersakiti yang membekas di hati. Butuh waktu yang lama untuk bisa mengubur kenangan yang telah lewat.
Cintailah seorang wanita/ pria dengan tulus, tidak untuk melakukan penghianatan. Karena sepandai-pandai penghianatan pasti berujung dengan “karma.” Ingatlah, wanita baik hanya untuk pria baik, begitupun sebaliknya.” J
            Bertepuk sebelah tangan. Menyakitkan jika cinta hanya dirasakan oleh orang yang mencintai tidak dengan orang yang dicintai. Memendam sendiri perasaan yang kian hari memupuk hati untuk terus mencintainya. Dia tak tau ada yang mencintai dirinya, dan kamu yang mencintai tidak tergugah untuk mengungkapkan kalimat cinta. Apa karna seorang cewek merasa malu untuk memulai. Tidak, kalo hati sudah bicara cinta, ungkapkanlah jangan menunggu sesuatu yang membuat dirimu memendam perasaan sendiri. Utarakan isi hati, entah itu jawabannya baik atau buruk harus diterima. Lebih baik mengungkapkan daripada tidak sama sekali, sebelum terlambat memberanikan diri untuk mengungkapkan, jika terus terpendam akan berakibat pada dirimu. Penyakit hati yang tak mau diungkapkan, seperti itukah yang anda mau ??
Anda yang mempunyai cinta yang tulus harus percaya diri, optimis dengan cinta yang anda miliki. Utarakanlah sebelum penyesalan itu datang menghampiri.
            Memang dengan perasaan hati yang tulus mencintai seseorang yang dicintai. Namun di satu sisi pasangan tak sempurna dari fisiknya, (buta) misalnya. Tak terkendali jika sudah mencintai sekali kan selalu tuk dicinta selama-lamanya. Ada orang yang memilik hati tulus mencintai pasangannya meski memiliki kekurangan fisik. Namun dibalik kekurangan fisik tersebut, ia meiliki kekayaan jiwa dan rasa cinta yang besar untuk orang-orang yang ia sayangi. Dari awal menjalani hubungan, perkenalan yang indah sebelum ia buta karena kecelakaan yang menimpanya. Merasa tak “pantas” lagi bergandeng dengan pasangannya, namun sang pasangan tak urung niat untuk mencintai kekasihnya apa adanya. Sungguh cinta yang kuat, masih bisa melihat wajah kekasih yang dicintai dan malah sebaliknya. Hanya melihat dengan hati ketulusan cinta pasangannya, terasa bahagia. Titik embun yang kadang mengalir disudut mata karena melihat pedih yang  dijalani kekasihnya, menyayangi dan mencintai sepenuh hati itulah sebagian obat dari apa yang dialami sepasang kekasih.
Belajarlah untuk menerima keadaan pasangan, jika hati sudah bicara maka dialah orangnya. Mungkin anda masih beruntung seperti sekarang memiliki pasangan yang tak ada kekurangan fisik sedikitpun, lihatlah saudara anda disana yang pedih namun tetap tegar menjalani kisah cinta mereka. Belajarlah dari mereka betapa besar kekuatan cinta yang dimiliki dan berbahagialah anda memiliki pasangan yang tak kurang sedikitpun dari fisiknya, jangan pernah untuk dikecewakan. Karena perasaan bukan untuk dipermainkan.
            Sudah ditentukan. Misalnya saja, bertahun-tahun saling mencintai dan berkasih sayang namun bukan jodoh yang tak pernah terbayangkan. Ditinggalkan menuju plamina bersama orang lain. Betapa sakit terasa hati tergores-gores luka tajam tak terduga. Namun apa daya, tak ada yang bisa mencegah, jodoh hanya Allah Yang Maha Tahu untuk seluruh umatnya.
Berpacaranlah seperti orang berpacaran biasanya, jangan larut dalam hubungan berpacaran yang terlewat batas karena Allah Maha Mengetahui dan Ia Yang Menakdirkan Cinta.
            Tragis !! Menjalani hubungan pacaran yang langgeng dan tiba-tiba terkena musibah yang tragis. Misal, mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan. Betapa sedih, pilu terasa ketika ia tiada lagi bersama kita. Bertanya-tanya kenapa dia Kau ambil begitu saja. Tapi itu sudah takdir Ilahi, di balik musibah dan kesedihan yang bergelut pasti ada kebahagiaan yang entah kapan datangnya. Rahasia Ilahi karena Ia-lah Yang Maha Tahu, Tuhan Maha Adil pada seluruh umatnya.

Cinta memang bermacam-macam bentuk yang dialami dan akan dialami. Semoga Tuhan memberi yang terbaik untuk kita semua. Masih beruntung memiliki cinta yang tulus dan tak mengalami apa yang di baca diatas. Cinta bukan untuk dipermainkan, melainkan memahami dan saling mengerti, bukan melihat dari sisi fisik, harta benda, ataupun lainnya. Cinta adalah cinta, berkasih sayanglah pada cinta yang anda miliki, jangan untuk berkhianat karena Allah tak suka dengan umat yang berkhianat. Cinta mengajarkan kita untuk kuat bukan lemah, cinta adalah segala-galanya karena sebuah anugerah dari Allah untuk umat yang akan menyatu dalam tali kasih cinta didunia dan di akhirat kelak. Janji keindahan adalah jawaban, itu yang di nanti semua pecinta di dunia. Bukan hanya diucapkan dimulut saja, membenarkan pada kehidupan nyata. Jangan pernah berjanji jika tak akan menepati. Jangan pernah berkata sayang jika itu akan menyakiti. Cinta mengajarkan kebaikan bukan keburukan, cinta adalah anugerah untuk kita semua. Syukurilah cinta yang ada.

M2W


M2W
Oleh: Selfia Mona Peggystia


            Mm.. pada mau tau ga apa kepanjangan dari M2W, hahahaa.... Gampang wes itu namaku yang mirip sama dua kembar siamku itu, si Monic dan kak Wirdha. Lagi baca kan semua ?? haiiiiiiii, hahhahaa....
Sejarah Pertemuan M2W

          PROBIN MABA 2011. Ya, di mana para maba saling bertatap muka, saling mengenal satu sama lainnya. Mmmm kebetulan banget nee, aku sekelas sama si monic, pas pertama ngeliat monic kok aku ngira dia anak berdarah cina-cina gitu ya tapi ternyata salah nebak. Ternyata ee ternyata dia asli dari kalimantan tengah. Mm nice to meet you monic, kamu memang sahabatku. Hari pertama dan kedua kami jadi maba di Putra Indonesia Malang sangat berkesan, mulai materikulasi sampai mengikuti outbond di gunung Coban Rais.
Ketika Materikulasi
          Uhaaammm, ngantuk banget dengerin kakak tingkat ngejelasin sampai aku tidur di pundaknya monic, oalaaah diam-diam si monic merhatiin kakak tingkat yang di depan itu. Ngeliat siapa sih itu kakak, jadi penasaran... !!! :D
Tiba-tiba dan yang engga aku sangka, namaku di panggil sama itu guru, ee salah dosen maksudku (kebiasaan dari esema yang tak patut untuk ditindaklanjuti, hahahaa). Dag dig dug sudah karuan untuk maju ke depan. Untuk yang kedua kalinya pula maju ke depan untuk mempresentasikan tugas yang diberikan oleh kakak-kakak pembina maba. Sempet ga tau mau jelasin apa tapi pasti aku bisa, harus percaya sama diri sendiri, semangat semangat monaa, hahahaa.... :D
Hussss ga pakeq ketawa bagi yang baca harus tetep fokus baca catetanku. Kembali lagi pertemuan aku sama kak wirda. Begini ceritanya, seorang cewek yaitu aku yang sedang mencari kos-kossan di sekeliling daerah kampusku. Setelah lama berkeliling-keliling, akhirnya dapet kos juga. Memang jodoh ga akan kemana, ketemu sama anak lombok si kak wirda. At first meet with my sisther wirda, hmm aku kira dia anak jawa asli tapi pas tanya keberadaan yang sebenarnya, walaaah ini ketemu sodara lombok ternyata. Dan pada akhirnya jadi sodaraan beneran deh, aku selaku adeknya dan si kak wirda selaku kakakku, hahahaa. Di mana-mana kalo jalan berdua pasti di kira kembar, kalo gag di kira kembar, ada yang nanya “kalian berdua sodara ya, adek-kakak ?? “. Reaksi kita berdua ya ga lain hanya saling menatap dan langsung ketawa. Mm emang dah anak lombok nee agak kembar tapi beda presepsi, beda aliran keluarga tapi di sini jadi sodara beneran deh, hehehee....
Setelah ospek berlangsung, ternyata aku si monic dan kak wirda satu kelas. Akfar B, mm ga nyangka dan harus di sangka-sangka kita bertiga emang jodoh adek-kakak+sahabat. Mulai sering terlihat jalan bertiga ke kampus sampai ga nyadar ada beberapa pihak yang tak bersangkutan memperhatikan kami bertiga. Dosenpun bilang kami bertiga itu gerombolan 7 icons, lain halnya dengan kakak tingak kami yang manggil kami trio wekwek.... :D
Mm emang apaan kak, masak mau nyanyi “bertelur lagi, burungku, oeeekk oeeekkkk, hahahaa lucu kakak-kakak ituuu. The last, akhirnya kami bertiga sahabatan dan menjadi sahabat. Sampai detik ini kami bertiga masih menjadi sahabat untuk selamanya. ^^

Asal-muasal M2W
Di mulai dari aku dulu yaah, hehee.... Sang perantau yang sedang mencari jejak-jejak ilmu kefarmasian yang hinggap di malang. Eeh masak hinggap sih, lu kate gue kupu-kupu pencari madu apa ?? hohohoo, peace... :D
Gampang saja menebak pulau kelahiranku, Lombok... I Love You... Pulau seribu masjid dan memiliki panorama pantai nan indah, menghiasi mata yang memandang. Semerbak keindahannya tercium sampai ke mancanegara, seperti turis-turis yang berkunjung ke lombok terutama ke pantai Senggigi dan Gili Trawangan. Bukan itu saja, makanan khas lombok yang paling terkenal dan terpopuler yaitu pelecing. Wenaaak rekkkk, aku aja sampai kangen bertubi-tubi nich sama pelecing buatan nenekku. Di sini gag ada pelecing sih yang ngegantiin kangenku... T.T L
Hmm, kak cida juga ternyata ikut-ikutan dari lombok tapi dia lombok ketimur-timuran. Itu tuuuuh tempat tinggalnya kak wirda tu airnya dingiiiiiiiin banget, kalo pada kegerahan langsung nyemplung ae gag apa-apa wes, kan jadi fresh gitu. Yang paling terkenal di bagian dia tu Sembalun Mountain. Weeh pemandangannya indah bener, ijo green semuaa. Ayoo mole ayo mole ke lombok, pengen jeje nee ke tempat-tempat itu lagi... L
Anak kalimantan yang malang dibuang ke malang, hahaa opo ikuu ?? sabar ya sayang monic, jauh juga gag apa-apa yang penting duit tetep ngalir di kirimin nyokap, jauh di mata dekat di hati... Tenang saja, kamu pasti kembali ke sarangmu kok, Kalimantan Tengah. Hehehee :D

Sekian dan terima kasih buat anda-anda yang sudah meluangkan waktu anda untuk membaca catatan ini, tiada sanjungan yang paling indah selain mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Catatan ini bukan fiktif belaka tetapi yang terjadi sebenarnya (fakta). Jika terdapat kesalahan nama dan kata-kata yang menyinggung subyek dalam catatan dan juga kata yang masih campur aduk seperti es campur (ada jawanya sedikit ada indo.nya sedikit), harap di maklumi karena saya tidak fasih berbahasa jawa dan karena saya asli dan selalu mencintai pulau kelahiranku “Lombok”. Saya atas nama Selfia Mona Peggystia memintamaaf yang sebesar-besarnya. Mungkin catatan ini jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah Milik-Nya. Gomawo ya semuanyaaaa, arigatooo.... See u next time ^^

^^Semoga Anda Terhibur^^


Mimpi Juara Kembar (Dua)


Mimpi Juara Kembar (Dua)
Oleh
Selfia Mona Peggystia



                Mimpi kata orang hanyalah bunga tidur. Karena dari mulai memejamkan mata sampai terbangun nantinya adalah sebuah peristirahatan yang biasa disebut dengan “tidur”. Tak nyata, namun aku pernah bermimpi lalu menjadi kenyataan. Bukan kali ini aja, ini yang keberapa kali aku bermimipi dan membenarkan dalam kehidupan nyata. Aku tak tau kenapa, bukan bunga tidur yang biasa orang sering ucapkan, melainkan Tuhan memperlihatkan apa yang akan terjadi denganku. Seperti ada jawaban dari mimpiku. Bila hati sudah tak merasa nyaman lagi, obat yang paling manjur ialah mengadu kepada Tuhan dan meminta petunjuk kebenarannya.
            Pernah suatu ketika, aku mengikuti lomba mading di sekolahku yang bertemakan Chemistry Go To School. Lomba yang diadakan oleh kakak-kakak alumni dari Universitas Mataram untuk semua siswa/siswi SMAN 1 Narmada. Dengan bersikeras aku berniat mengikuti lomba dan harus mendapatkan juara, meyakini hatiku. Sepulang sekolah aku membuka buku kimia lalu melihat ada yang menarik, langsung saja aku kembangkan menjadi tulisan yang menarik untuk di baca. Ga hanya itu aja, puisi cerpenpun ikut menghadiri isi madingku. Idepun datang lagi mengenai pendapat siswa/siswi tentang guru-guru kimia di sekolahku. Berminat juga mewawancarai wali kelasku saat itu, buk Sri Haryati. Yang terkenal guru paling cantik dan menjaga penampilannya hingga sekarang.
            Pagi-pagi itu aku mulai menstater si imut hitam kesayanganku, yang tiap pagi bermanja-manja dalam elus jemariku, seakan meminta kehangatan di tiap pagi menjelang. Tapi kali ini akan meraung kilat hanya karena agar aku nyampe sekolah tepat pada waktunya. Rutinitas yang sudah ku rancang dari semalam membuat semangatku makin bersemangat lagi. Sesampai sekolah, aku meminta bantuan teman-temanku untuk menemaniku pada saat wawancara nanti selepas jam pelajaran. Mereka setuju tuk membantuku. Lekas saja wanita berparas cantik itu masuk ke kelasku. Mulai menjelaskan lalu memberi tugas yang agak menguras otak. Guru kimia yang tak lain adalah wali kelasku. Satu persatu kaum hawa di tunjuk, tergaket bukan kepalang, akulah sasaran berikutnya. Sedikit ada kekeliruan dengan jawabanku, tapi tak apa aku sudah merasa lega mendapat giliran saat itu.
            Bunyi bel yang ku tunggu-tunggu sedaritadi, kini membebaskan aku dari pelajaran kedua yang telah usai. Berlarian menuju ruang guru untuk mewawancarai wali kelasku. Begitu babibu..... akhirnya selesai juga, tinggal teman-teman yang belum aku minta pendapatnya. Segeralah aku bergegas ke kantin membeli snack dan mulai ikut dalam kerumunan teman yang lagi asik makan. Tak mau lama menunggu, akupun menunjukkan kebolehanku menjadi wartawan junior. Dengan lantangnya mereka menjawab mengenai pelajaran kimia. Huaaaaaaaa..........
Lepas dari itu, aku kembali ke kelas membawa bahan yang udah terkumpul menjadi satu. Ida –temanku, menyodorkan tulisan dan beberapa puisi dari teman yang lain. Okeh, kalian ngebantu, thanks ya, ucapku sambil tersenyum. Idapun membalas senyumku. Setelah lepas dari jam ketiga dan keempat, akhirnya waktu pelajaranpun telah usai. Ku bergegas menuju parkiran tempat si imut hitamku berdiri.
            Sesampai rumah, usai makan siang dan solat, aku mulai membuka si pink ranselku. Menulis apa yang udah menjadi ideku. Memang bukan hanya karena lomba aku menulis, menulis adalah hobiku dari sejak kelas 6 SD. Kebolehankupun terlihat ketika aku mendapat juara lomba menulis, alhasil ada salah satu puisi yang udah di muat di website kreatif. Sepertinya aku tak bisa mengerjakan ini semua, aku perlu bantuan. Jam 3 udah start kumpul di sekolah bersama teman-teman. Tiwi  -si jago menggambar menambah uniknya mading yang kami buat. Dengan keterampilannya, alhasil mading kami sudah siap untuk mengikuti lomba esok pagi.
            Malampun tiba, mulai terasa capek dan ingin segera memejamkan mata. Tak lama kemudian, akupun tertidur, sebelum tertidur tak lupa aku berdo’a agar mendapat mimpi indah. Sang putri mimpipun sekejap datang. Ku melihat si pria berambut agak keriting itu membawa kembarannya ke sekolah. Semua heran, baru kali ini si Adim membawa kembarannya, ga pernah cerita kalo ia punya sodara kembar. Aneh, kok bisa tiba-tiba punya kembaran si Adim tu, ga habis pikir. Semua siswa mengerumuni si kembaran Adim, ga ada yang nyangka dia punya kembaran. Begitu mimpiku waktu itu yang akan memberi jawaban esok paginya.
Pagi-pagi sekali, hari itu hari kamis. Lomba berlangsung dari jam 9 teng, suasana meriah karena sebelum penilaian di tentukan, di adakan lomba game. Saat yang di tunggu-tunggupun datang juga. Dengan keoptimisanku hari ini pasti menang, ucapku longgar. Tak canggung-canggung tuk kumpul depan lapangan upacara yang layaknya seperti open karena panas sang matahari. Mulai di bacakan dari juara ketiga di raih dari kelas XB, juara kedua yaitu kelasku sendiri XI IPA2, dan yang pertama kelas XA. Senyum terindahku terpancar saat aku mulai menerima hadiah dan penghargaan. Teman-temanku bersorak ramai, hati bukan senang lagi namun bersyukur mendapat juara. Yah meskipun ga mendapat juara pertama, juara keduapun sudah senang. Penghargaan inilah yang paling penting, hadiah mah buat teman-teman kelas XI IPA2. Wali kelaskupun bangga melihat kelas kami yang menjadi juara, momen indah tak lupa untuk berfoto karena hari itu kami XI IPA2 menjadi sang juara. Akupun tersenyum sendiri mengingat perihal mimpiku semalam, si Adim yang punya sodara kembar, ternyata inilah jawaban dari mimpiku. Menjadi sang juara kembar, juara dua. MERDEKA...!!!



Salah Sangka


Salah Sangka
Oleh
Selfia Mona Peggystia


                Tiap pagi aku berjalan sekolah dan siangnyapun kembali untuk pulang. Aku dikenal kocak, baik sama siapa aja dan yang paling penting aku masih bisa tertawa. Hmm maklum bawaanku yang suka melucu membuat orang di sekitarku senang bergaul denganku. Mau di bilang nakal, ya nakal. Baik juga ada, ya sedang-sedanga aja sih. Hanya ada satu tempat aku lemah yaitu pelajaran, suka ga nyerap ke otak meskipun aku pelototin tu guru lagi ngejelasin babibu tapi aduh bukan kepalang, tetep aja ga bisa ngerti. Yang pasti tanpa aku sangka-sangka bisa masuk jurusan IPA, berharap aku masuk jurusan IPS namun nasib membawaku duduk dikelas IPA. Hartono, begitu wali kelas mengabsenku. Di hati kecilku sering bertanya-tanya, apa aku bisa jadi anak IPA sungguhan. Aku tak percaya, lantas setiap ada tugas dari sekolah tak urung niatku untuk mengerjakannya, melainkan hanya mengerjakannya di sekolah. Ga ada yang ngebebanin masuk jurusan IPA, karena banyak yang ngebantu apalagi di depanku ada Eko, siswa yang lumayan pintar. Setiap ada tugas aku selalu melihat pekerjaan Eko, gimana engga dia nawarin sendiri jawabannya, ya aku samber petir aja sambil tersenyum, hehee.....
            Jam ketigapun di mulai dengan santapan yang paling memusingkan otakku. Kimia yang ga perna aku ngerti cara mengerjakannya. Setiap aku di tunjuk untuk mengerjakan soal, lagi-lagi Eko membantuku, dia dengan ikhlasnya menyodorkan jawaban yang uda dia hitung dan alhasil aku maju kedepan mengerjakan soal yang tertera di papan tulis. Setelah di koreksi tak ada sedikitpun yang salah, aku berlagak juara di kelas itu sampai temen-temenku yang lain di suruh mencontoh padaku. Ada yang ketawa kecut sambil geleng-geleng kepala. Aku tak menghiraukannya, semua teman sekelas sudah tau bagaimana aku sebenarnya, hanya gara-gara jawaban dari Eko aku bebas dari serangan guru kimia itu. Tak hanya dalam pelajaran kimia saja, matematika fisikapun aku terselamatkan oleh Eko. Teman yang paling baik yang pernah aku kenal. Suatu hari aku bertanya kepada Eko, “bro, kok kamu ga mau nunjukin dirimu kalo kamu tu bisa, apa-apa selalu bisa. Kenapa juga kamu selalu membantuku, semua guru jadi salah sangka menilaiku”.
 “Aku malu, apalagi harus maju kedepan jawab soal”, jawabnya enteng. Apa?? malu kamu bilang, siapa yang membuatmu malu, orang pintar tu di kagumi semua orang apalagi sosok seorang cewek. Mereka mengagumi cowok pintar seperti kamu, “jelasku panjang”. Eko hanya mengangguk tersipu malu.
            Ni anak di bilangin kok ga ngerti-ngerti ya, coba aja aku jadi dia, mungkin dengan cepatnya cewek-cewek ngedeketin aku. Cewek kan bagian dari hidup masa sekarang, masa depan ya istri, hehee.... Bagiku ga ada cewek terasa sepi, bisa di ibaratkan bagai sayur tanpa garam. Ga ada garam jadi ga lengkap, cowokpun begitu, pikirku. Buyar seketika, tersedak-sedak oleh minuman yang aku minum karena di kagetkan oleh sesosok pria jangkung itu. Salah sangka yang akan membahayakanku nanti, terpilih mewakili sekolah untuk lomba cerdas cermat. Mati aku, bibirku lantang mengucapkan. Aku harus bener-bener belajar, Ekopun harus bertanggungjawab karena memberi jawabannya. Akupun meminta Eko untuk mengajari pelajaran yang aku ga ngerti, setiap jam istirahat malah tak beristirahat melainkan terus belajar dan belajar. Sempat berputus asa karena tak kunjung bisa, namun Eko menyemangatiku. Dari hari ke hari, sedikit demi sedikit aku bisa tapi belum semuanya, hanya beberapa saja. Tiga hari lagi lomba akan berlangsung, pak guru menyodorkan beberapa kertas yang tak lain adalah tumpukan soal yang udah lengkap dengan jawaban sekaligus bagaimana mengerjakannya. Tapi dasar aku yang bodoh, ada jawabannyapun aku ga bisa ngerti. Betapa bodohnya aku. Aku terus mempelajari apa yang di ajarkan Eko, mengulang dan mengulang semua yang diajarkan. Soal yang seabrek di kasi pak gurupun, hanya bisa aku pelototin dan ga ada cara lain cuma bisa menghafal jawaban yang akan membenarkan aku nanatinya.
            Tiba saat lomba berlangsung, aku dengan group dari sekolahku bersama Ida dan Ayu. Pertanyaan pertama yang dibacakan juri seakan tak asing kudengar. Gimana engga, aku menghafal betul soal-soal yang di kasi pak guru beberapa hari yang lalu. Obsennya aja yang ngebedain, langsung memencet tombol dan menjawabnya. Yess, jawabanku benar. Pertanyaan kedua dan selanjutnya di jawab kedua temenku, sesekali kami bebarengan karena memiliki pendapat yang sama. Sampai babak rebutanpun menjadi titik akhir bertarung dalam arena kursi panas menjadi sang juara. Lagi-lagi soal yang dibacakan juri mirip dengan yang kuhafalkan, lekas dengan cepat aku menjawabnya, “sikat bro”, terucap dalam hati. Lagi-lagi aku benar. Pertanyaan terakhir agak menyulitkan tapi kedua temenku membantu, kita sama-sama mencari jawaban yang paling benar, mulai mengingat apa yang diajarkan Eko, yah.... setelah merundingkan jawaban paling benar dengan Ida dan Ayu, ternyata jawaban kami sama. Kami bertiga bebarengan memencet tombol, lalu bebarengan pula menjawabnya. Skor paling tinggi, kamilah yang mendudukinya hingga pada hari itu aku dan kedua temanku menjadi sang juara. Merdeka...!!!
            Senyum pertama yang kuperlihatkan pada Eko, iapun membalasnya sambil mengucapkan kata “selamat”. Pak gurupun membelai-belai rambutku, “kamu memang cerdas nak, bapak bangga kepadamu”, begitu ucap pria jangkung itu. Dalam hati aku hanya bisa tertawa sendiri, tak menyangka hari itu menjadi sang juara. Salah sangka yang menguntungkanku, hehehee..... Peace broooooo...!!!




Senar Gitar dalam Sebuah Novel


Senar Gitar dalam Sebuah Novel
Oleh
Selfia Mona Peggystia



                Lalala.. lalala.. lalala.. begitu kau menyanyikan lagu untukku dengan gitarmu, betapa bahagianya diriku memilikimu. Setiap malam kau temani tidurku dengan suara gitarmu, seakan-akan kau menghipnotis aku sehingga aku tertidur pulas. Hmm.. namaku, Mia. Yang sering memainkan gitar untukku itu adalah kekasihku. Kekasih yang begitu aku kenal sangat baik dan penyayang. Aku bahagia bersamanya, tiap detik tiap hari selalu di temani dia. Malampun dia selalu ada untuk meninabobokkan aku sampai aku lekas tertidur. Kadang aku yang mendongengkan dia hingga dia tertidur pulas, maklum aku orangnya suka mendongeng apalagi buat sebuah cerpen.. hmm hobi banget, lain dengannya yang hobi memainkan gitar. Yaah suara gitar yang di mainkan emang bagus, cocok jadi anak band, hahaa.. Lagu yang sering dia nyanyikan “Yaa Sudahlah” dari Bondan Prakoso. Lagu ini, hmm.. menurutku lagu kenangan bersama dia, ketika aku mendengar lagu ini di manapun kemanapun aku pergi jika aku mendengarnya, serentak hatiku mengingat kenangan bersamanya. Kenangan yang begitu sulit aku lupakan meskipun dia meninggalkan luka untukku.
            Dulu aku kenal dia sejak aku SMP tapi waktu itu aku dengan dia cuma sebatas teman. Ketika Ujian Akhir Sekolah sedang berlangsung, waktu itu aku terkena musibah. Kecelakaan yang tragis hampir merenggut nyawaku, dan tidak lain yang menabrakku adalah mantan kekasihku. Semasih aku pacaran dengan dia, banyak kenangan yang terlewatkan bersama dia. Lagu yang masih melekat dihatiku sampai sekarang, tak bisa terlupa kenangan bersamanya. Delapan bulan berjalan hingga putus di tengah jalan, aku tak tau sebab dia menghilang tiba-tiba. Malam itu, saat hiruk-pikuk terdengar suara binatang kecil dan jam pun menunjukkan jam setengah 2 malam. Terakhir dia mengirimi aku sms dan smsnyapun sangat tidak enak untuk dibaca, “Mungkin ini jalan terbaik untuk kita, kita sudah tidak cocok lagi. Maafkan aku yang tiba-tiba menghilang dan mengatakan ini semua. Terima kasih atas semua kasih yang kau berikan kepadaku. Jika kita bersatu pasti Tuhan akan menyatukan kita, berjalanlah kemana arahmu berjalan. Kita pilih jalan masing-masing, aku sayang kamu”. Serentak hatiku, air mata mulai mengalir di sudut mataku, ada apa ini. Aku tak mengerti, aku bingung, sakit, marah, sedih, menangis malam itu.
            Aku mereplay smsnya, “Aku tak mengerti ini semua, tapi akan kucoba dengan apa yang kamu mau. Terima kasih atas semuanya, akhir yang tidak aku inginkan”. Diapun tak membalasnya, kucoba menelepon dia, sungguh sakit hatiku. Ternyata waiting yang kulihat, siapa orang yang mengambil posisiku, aku tak tau. Akhir-akhir ini memang dia agak berubah, sekarang terjawab sudah semuanya. Orang ketiga!!!
            Pagi yang riuh dengan terpaan angin yang membias tubuhku, angin kenangan yang menyapaku pagi tiu. Masih saja teringat dengan apa yang terjadi semalam tetapi aku berjanji pada diriku, pelan-pelan aku pasti bisa. Tetap melangkah tanpa dia, harus semangat. Mungkin dia bukan yang terbaik untukku, mudahan hari ini dan seterusnya akan berjalan lebih baik dari hari sekarang. Aku mulai fokus dengan sekolahku yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional. Tak ada yang terpikirkan sekarang kecuali sekolah dan tetap berdo’a semoga aku bisa lulus. Hari yang di tunggu-tunggupun semakin mendekat dan akhirnya ujianpun kulewati. Detik-detik pengumumanpun semakin kutunggu dan perasaan gugup dan dag dig dug.. hmm, aku tetap berdo’a, aku yakin dengan usahaku yang selama ini aku perjuangkan untuk mendapatkan angka kelulusan. Hari itu, pengumumanpun berlangsung. Sontak mataku melihat, alhamdulillah.. berlinang air mataku, bahagia tak karuan. Aku langsung memeluk erat ketiga sahabatku. Kami semua lulus, teriakan yang tak pernah habis mereka keluarkan saking bahagianya di hari kelulusan. Gembar-gembor heboh, ramai.. coret-coretanpun menjadi saksi kelulusanku. Terima kasih Tuhan, kau telah mengabulkan do’aku selama ini. Sujud syukur kepadamu tak pernah kulupa.
            Yaah.. pemandangan yang begitu asri, tempatku menimba ilmu yang baru mengejar cita-citaku. UB (Universitas Brawijaya) Malang. Tempat kuliah pilihanku, disana aku mengambil jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik. Hobiku yang suka menulis dan akhirnya memutuskan mengambil jurusan sesuai minat dan hobiku. Berjalan dan berjalan, semua baru di UB. Lombok ku tinggalkan, berpindah ke Malang untuk menimba ilmu. Semoga cita-citaku jadi penulis tercapai. Hingga pada tahun 2005 aku meraih gelar kesarjanaan. Studi terakhirku menjadi awal dari karirku menjadi seorang penulis novel. Novel pertama yang terbit “The World of Love”. Laris tercetak hingga berjuta keping buku, hari ini aku menjadi penulis. Cita-cita yang ku impikan sudah didepan mata, hari itu aku melihat scedule ku. Jam 08.00 malam terpampang di buku scedule ku, “Bedah Naskah” yang dihadiri oleh para fans dan wartawan. Cafe Shinggashaii, salah satu cafe yang banyak pengunjung.
            Malampun datang, akupun bersiap-siap untuk ke cafe tersebut. Ketika sampai disana, suasana ramai dengan para fansku yang meminta aku untuk berfoto-foto dengan mereka, tanda tanganpun tak lupa mereka minta. Aku senang sekali ternyata bukan artis saja yang bisa jadi fans, semua bisa karena kita BISA dan BERUSAHA. Puncak acarapun di temani dengan alun-alun musik, terdengar tak asing nama sebuah band akan tampil di cafe itu. Setelah band tersebut naik keatas panggung dan memulai dengan senar gitar yang begitu aku kenal besama kenanganku dulu, malam itupun aku mendengarnya. Suara itu kembali, lagu itu menemaniku malam itu. Ketika reff lagu yang dibawakan oleh vokal band tersebut, mukaku terperanjat lalu melihatnya. Tatapan mataku tepat pada tatapan matanya, jantungpun mulai berdetak. Aku kangen suara itu, musik itu dan suara gitar. Air mataku mulai menetes, iapun terdiam tak melanjutkan lagu yang ia bawakan, aku berdiri lalu menatapnya dengan penuh perasaan. Semua orang yang di cafe itu bingung, band yang tadi memainkan musiknya tiba-tiba diam. Hening tanpa kata, dan heran dengan tatapanku bersama seorang vokal dari band tersebut. Dia melangkah, berdiri di hadapanku, memandangku, menghapus air mataku lalu memelukku. Wartawanpun mulai menjepret-jepret aku dan seorang vokal itu, sangat hangat pelukan yang sudah lama hilang dan kini kembali lagi. Pelukan yang penuh kenangan, dia berucap kepadaku, “Aku disini untukmu, aku tau kamu seorang penulis novel. Aku datang untukmu, maafkan aku yang dulu, aku datang untukmu, aku ingin menebus kesalahanku. Perasaan memang tak bisa di bohongi, izinkan aku untuk dihatimu sekali lagi. Aku ingin menebus kesalahanku yang dulu, aku sayang kamu”. Akupun langsung memeluknya, erat tak mau aku lepaskan. Air mata bahagia malam itu, semua sudah terjadi, bersamamu kembali bersatu.
                        Esokpun menjadi berita terhangat di koran maupun majalah, seorang vokal yang tiba-tiba memeluk seorang penulis novel. Bersatu dalam ikatan cinta, kembali bersatu dalam tali kasih yang menyatukan keduanya. Hari-hariku mulai teras bahagia sejak malam itu, dia kembali untukku. Cinta memang akan kembali jika ada yang mengharapkannya, thanks God atas semuanya. Senar Gitar yang menceritakan perjalanan kedua tokoh hingga bertemu di satu titik, bersatu dalam cinta kasih. Yang disebut “Love, love, love”.. Kau kembali untukku dan aku sangat BAHAGIA BERSAMAMU LAGI...

THE END

Seruling Cinta


Seruling Cinta
Oleh
Selfia Mona Peggystia



          Hamparan sawah membentang di penjuru sebuah desa, padi-padian menguning, desahan air mengalir tiada hilirnya dan suara binatang menambah irama di desa itu. Desa yang rukun, aman dan tenteram. Panorama nan indah terpancar dari desa tersebut.
Pagi-pagi itu seorang penggembala sapi menuntun sapinya untuk memandikan di sungai, dengan ikhlasnya ia memandikan dan memberi makan sapinya. Ketelatenannya dalam memelihara sapi dan patuh atas perintah kakek-neneknya membuat ia semakin di sayang oleh kakek-neneknya. Yanto, begitu ia akrab di panggil. Lelaki yang berparas tampan ini tak pernah sombong dan selalu berlaku baik terhadap setiap orang yang mengenalnya. Rendah hati tak terpaut dengan penampilan lelaki biasanya. Ia lebih mengutamakan apa yang menjadi pekerjaannya sehari-hari, karena dari itu ia bisa memberi uang kepada kakek-nenek yang telah merawatnya selama kedua orang tuanya tiada. Ketika dua tahun yang lalu, saat itu Yanto berulang tahun. Kedua orang tuanya mengajak ia ke pasar malam untuk membeli apa yang ia suka sebagai hadiah untuknya. Siapa sangka akan terjadi kecelakaan pada malam itu, segerombolan anak muda yang sedang mengendarai mobil dengan kecepatan yang tak biasa menabrak dagangan di pasar malam itu. Tepat pada tempat kedua orang tua Yanto berdiri, di depan mata, hal layak ramai kecelakaan itu terjadi seketika jua. Yanto menjerit ketakutan dan menangis tiada henti. Darah di sekujur baju Yanto menjadi akhir pertemuan dengan kedua orang tuanya pada malam itu.
          Keesekon harinya, pondok kecil tempat Yanto tinggal sudah ramai di kunjungi warga untuk mengucapkan belasungkawan. Wajah memurung yang sedari pagi itu terlihat dari wajah Yanto, luka di hatinya terasa pedih, begitu cepat ia kehilangan kedua orang tuanya. Menjadi hadiah yang tak pernah terbayang di hari ulang tahunnya. Pemakamanpun berlangsung haru penuh duka.
          Tiga hari telah lewat tanpa melihat kedua orang tuanya berada di sampingnya, hanya kenangan yang terus membayang dan menghantui. Bingkai segi empat kecil yang terus di lihatnya, sesosok ibu dan bapaknya dalam foto di bingkai kecil tua itu. Berhari-hari ia menjalani hidup bersama kakek dan neneknya. Menerusi pekerjaan bapaknya yang menjadi penggembala sapi tanpa membantah sedikitpun. Ia teringat bagaimana bapaknya mencarikan sekertas uang untuk ia makan dan sekarang itulah yang menjadi penyemangat hidupnya. Setiap pagi dan sore selalu mengurus sapi-sapinya dan kadang membantu kakeknya bekerja di ladang. Hari itu ia merasa sedikit pegal, lalu ia pergi ke sungai untuk mengambil air. Sebuah kayu hanyut di terjang air sungai yang begitu deras, nampak beda dengan bentuknya. Yanto yang melihatnya langsung saja menyelang dan mengambil kayu itu. Setelah mendapatkannya baru ia jelas melihatnya, tak terpikir olehnya bahwa yang ia dapatkan adalah seruling sederhana. Ia tak bisa memainkannya sampai ia menceritakan kepada kakek dimana ia menemukan seruling itu. Kakeknyapun mengajari bagaimana memegang dan memainkan seruling tersebut. Berhari-hari ia mencoba memainkan seruling itu, awalnya bunyi yang dikeluarkan terdengar tersedak-sedak tak karuan sampai pada akhirnya ia pasih memainkannya.
          Seperti ada yang beda, yang setiap pagi dan sore pergi menggembala sapi, sekarang diiringi alunan bunyi yang terdengar dari seruling tersebut. Senyum itupun terpancar dari wajah Yanto yang sedari dulu tak pernah terlihat. Di desa itupun ada penduduk baru yang tinggal dan akan menetap di desa tersebut. Lumayan dari keluarga berada dan mempunyai dua orang putri. Putri pertamanya sangat baik tidak dengan putri keduanya malah sebaliknya. Sombong dan berlaku seperti putri tercantik di desa itu. Memang ia cantik tapi hatinya tak secantik wajah yang ia miliki. Sampai suatu ketika ada seorang pengemis datang kepondok tempat ia tinggal, lalu meminta sedikit makan karena lapar. Putri itupun langsung memaki-maki pengemis tersebut, “eh nenek tua, pikun, mendingan nenek pergi dari sini, saya tidak tahan dengan bau nenek apalagi baju nenek yang compang-camping tak karuan itu, jijik aku melihatmu, pergi-pergi”, begitu longgar terucap dari bibirnya sambil mendorong nenek itu sampai jatuh. Hati pengemis tua itu tersakiti. Tak ada yang tau siapa pengemis itu sebenarnya, bila sedikit saja tersakiti hatinya ia akan mengutuk orang yang menyakitinya. Segera saja pengemis tua itu membaca mantra lalu mengutuk putri. Seakan terkaget dengan apa yang terjadi pada anaknya. Putripun tiba-tiba pingsan dan setelah ia bangun, kutukan itupun datang diiringi hujan deras, angin serta gemuruh suara halilintar. Seketika itupun putri berubah menjadi seekor ular. “Tidaaaaaaaaaaak”, teriak sang ibu dan kemudian pingsan. Putri yang kini menjelma menjadi ular hanya bisa diam di kamar saja, malu untuk keluar karena tubuhnya menjelma menjadi seekor ular. “ Kenapa aku menjelma menjadi ular seperti ini, mana kecantikanku yang dulu”, bentaknya.
10 tahun kemudian
          Yanto kini menjadi pria yang lebih dewasa, tampan dan perkasa. Setiap hari ia membanting tulang untuk kakek-neneknya, ialah yang sekarang menjadi tulang punggung, karena kakeknya sudah cukup tua dan sering sakit-sakitan. Batuk yang meradang tak jua lekas sembuh, di bawa ke balai pengobatanpun tak cukup. Penyakit itu terus-terusan mewabah di seluruh tubuh kakek Yanto. Tiba waktunya hembusan nafas terakhir itu terdengar, “cu.... cuku Yanto sambil terbata-bata, jagalah nenekmu dengan baik, pinta kakek Yanto. Sambil menitikkan air matanya, Yanto memeluk erat tubuh sang kakek kala kepergiannya.  Begitu di makamkan, teringat beberapa tahun lalu ketika kedua orang tuanya meninggal seperti terulang kembali, saat itu, waktu itu, tangisan itu, terulang kembali hari ini. Kakek telah pergi, hanya nenek yang kumiliki sekarang, sembari memeluk erat neneknya.
Teringat kembali saat kakek mengajari ia memainkan seruling, mengusik hati bila mengingatnya. Tapi apalah semuanya, cobaan sudah terjadi, aku harus kuat dan tak boleh lemah.
Siang itupun Yanto pergi ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar. Putripun sudah tak tahan hanya berdiam di dalam kamar saja, diam-diam ia pergi lalu menyelinap ke dalam hutan.
 Rasa lelahpun datang, Yanto mulai beristirahat di bawah bambu-bambu sambil memainkan serulingnya. Begitu indah kedengarannya sampai Putripun mendengar dan mencari arah datangnya suara seruling. Ibu bapaknya dan seluruh keluarga di rumah Putri begitu cemas atas ketiadaan anaknya di kamar. Terus mencari dan mencari sampai ke pelosok desa. Kemana kamu anakku, begitu ucap ibunya sambil menitikkan air mata. Keluarganyapun memutuskan untuk mencari ke hutan. Menembus terjang belukar yang begitu padat, nyamuk berdansa-dansa kedatangan tamu, tak jua dihiraukannya. Terus mencari di mana putri berada. Sedang putri melihat seseorang memainkan seruling tersebut, di depan Yanto, Putri mulai menari-nari seperti tarian ular jika hendak mendengar bunyi seruling. Terkaget melihat ular itu, Yanto semakin dan terus memainkan seruling tersebut sampai keluarga Putripun menyaksikan ular yang adalah anaknya menari-nari hingga tak lama jatuh pingsan. Keajaibanpun datang, ular yang tadinya menari-nari kini berubah peraduan menjadi Putri yang sangat cantik. Pusing terasa setelah ia siuman, ibu dan bapaknyapun memeluk Putrinya. Mereka bahagia dan bersyukur Putrinya sudah kembali menjadi manusia.
Tercengang dalam wajah Yanto, benar-benar ajaib dan menganehkan. Keluarga Putripun tak lupa berterima kasih pada Yanto yang telah membebaskan Putrinya dari kutukan. Sebagai tanda terima kasihnya, Yantopun di nikahkan dengan Putri. Putri sadar akan kesalahannya dan menjadi Putri yang baik hati. Merekapun hidup bahagia dalam tali kasih cinta.

The End

Moral
          Sempurana hanya milik Sang Pencipta. Tiada seorangpun yang akan menandingi-Nya. Milikilah hati yang bersih, baik dan tak pernah merasa paling sempurna. Kecantikan bukan hanya terlihat dari luar saja, dari hati yang baik jua patut untuk di nilai. Janganlah kalian punya sikap sombong karena Tuhan tak suka terhadap orang yang sombong.