Sabtu, 06 April 2013

Aku Bertahan untuk Cintamu


Di sini sendiri, bertatap muka dengan siang dan malam
Melihat birunya langit dan hiasan permata bintang di malam hari
Ada pula bulan yang kadang menampakkan dirinya menemani tiap sepiku yang membisu

Terkadang angin menyapaku penuh belai
Membuatku terusik akan dinginnya malam
Seperti burung yang hendak pulang ke sarang
Tak kuasa menahan badai dingin malam

Aku sepi, kadang kau tak mengerti rasa ini
Aku ingin menjadi mawarmu yang terlihat begitu indah
Aku ingin menjadi kunang-kunangmu yang bisa memberimu cahaya ketika gelap
Aku juga ingin cinta kita selalu mengalir seperti air sungai yang tak ada habisnya

Inilah cinta yang kadang membuat bahagia, yang kadang membuat luka di hati
Berkelok-kelok perjalanan cinta yang penuh dengan kerikil
Badai cinta pun datang menghampiri
Tak kuasa menahan dan ingin segera badai itu pergi

Sungguh besar kekuatan cinta yang kadang membuat kita sakit hingga meneteskan bulir-bulir air mata
Ketika bulir-bulir itu hancur menjadi bulir-bulir yang kecil
Ketahuilah, itu karena kekuatan cinta
Cinta yang amat tulus dan murni di hati
Ketahui di dalam tetesan bulir airmata, ada satu nama yang selama ini buatku bertahan

Yang selama ini buatku belajar apa arti “ketulusan”
Arti “mengalah”.....
Arti “kesabaran” dan arti cinta yang sebenarnya.....

Oleh: Selfia Mona Peggystia

Special for“My Anniversery 8, Reyna_4812”



Jumat, 29 Maret 2013

Surat Cinta Versi Fisika dan Kimia


Surat Cinta Versi Fisika


                Saat pertama melihatmu, perasaanku seperti gelombang stasioner. Yang datang secara tiba-tiba dan memantul pada dirimu. Cantik nan anggun, kaulah dambaan hatiku. Sungguh nada hati yang harmonik yang setiap saat selalu bergelombang dalam kalbuku.
            Di setiap gerak dan semua tingkahmu merefleks mataku untuk terus memandang dirimu, setiap saat dan setiap waktu. Aku ingin mengatakan tiga hal padamu yang berasal dari dalam hatiku:
Nada dasar hati yang pertama: kau cantik nan anggun, kaulah bidadari hatiku.
Nada dasar hati yang kedua: aku ingin menjaga dan melindungimu, karena aku mencintaimu.
Nada dasar hati yang ketiga: yaitu seperti rumus cinta (A+B2+C=K) – aku+benar2+cinta sama kamu.
            Mungkin itu saja yang bisa aku ungkapkan kepadamu, aku harap kau mengerti perasaanku dan membalasnya.




Surat Cinta Versi Kimia


                Ku terpaut oleh dara cantikmu nan anggun, yang membiusku sampai ku tak bisa lagi mengucapkan kata-kata. Sungguh sempurna di mataku. Inilah yang tersebut di hatiku suatu gugus fungsi alkena C-C (Cinta dan Cinta). Entah kapan datangnya, aku tak mengerti namun perasaan ini mulai tumbuh di hatiku.
            Cinta hanyalah satu kesatuan perasaan ke seseorang yang berasal dari bahasa yunani “atomos” yang berarti tidak dapat di bagi lagi. Mencintai bukanlah sekedar mencintai tapi jua memahami dan saling mengerti. Kata cinta memang indah tapi setelah menjalaninya akan paham arti cinta sebenarnya. Terkadang terasa menyenangkan, terkadang pula terasa menyakitkan. Asam manis cinta selalu menerka dalam sebuah kisah cinta yang mengelektrolit kuatnya perasaan kasih dan sayang. Dan kadang meredup dengan sendirinya.
            Semua kata-kata itu ku tulis hanya untukmu agar kau tahu banyak perandaian tentang cinta yang ku dapat, tak sekedar pengalaman saja tapi jua pelajaran kimiaku di sekolah. Melihatmu adalah pengobat rinduku sekaligus pengobat mataku akibat belajar kimia yang membuat kepalaku pusing. Senyummu bagaikan dunia indahku dan memilikimu adalah suatu harapanku. Aku mencintaimu lebih dari mencintai.


Oleh: Selfia Mona Peggystia

Berhiasnya Seragam Putih Abu-abu


Berhiasnya Seragam Putih Abu-abu
Oleh
Selfia Mona Peggystia



                Tak berucap katapun, semua terbayang dalam setiap pikirku, namun ku tahu, tiada kisah yang sangat mengindahkan selain kisah masa-masa esemaku. Masa yang ku pikir paling indah dalam hidupku, cuma sekali saja dan tak akan pernah terulang. Dari pertamaku menginjakkan kaki di esemaku yang sangat ku bangga-banggakan, bertemu teman baru dan mengubah seragamku yang dulu putih biru menjadi putih abu-abu. Sangat bermakna seragam yang ku pakai saat itu, berhias dasi abu dan topi lengkap, akupun terlihat cantik memakainya. Sebuah kelas yang kompak dan kekeluargaan, seiring perpisahan itu, aku bersama kalian semua memaknai hari-hari yang sangat singkat itu dengan kebersamaan di esema. Duduk berbarengan dan mulai memainkan senar gitar yang kedengarannya sangat indah untuk kenangan masa esemaku.
            Canda, tawa, duka, dan hiruk-pikuk pada waktu itu menjadi dilema dalam kalbuku di masa esema. Terbayang-bayang ketika menghadapi ujian bersama, memberi sebuah kunci jawaban dengan jemari tangan, menggaruk-garuk kepala walau tak terasa gatal, mengangkat telunjuk dan jari tengah yang berarti kunci jawaban B. Tak pernah terlupakan, berkasih dan saling memberi demi pejuangan masa-masa esema. Melihat teman duduk berdua di seputaran kelas, wajah-wajah imut berlenggak-lenggok menuju kamar kecil hanya untuk merapikan penampilannya. Duduk di atas perapian rerumputan hanya sekedar menikmati jam istirahat, melihat bayanganku duduk bersama teman-teman saling bercanda dan bercerita tentang waktu itu, terbersit dalam benakku akan selalu merindukan masa-masa esemaku.
            Berlari-lari kecil melewati kelas hanya ingin bersembunyi dari guru yang selalu memakai kacamata itu. Rambutnya yang terurai dan bayangan ceplas-ceplosnya yang tak henti-henti, kujuluki dia mak lampir. Aku takut tapi aku sangat berani, keluar kelas menuju kantin di saat jam pelajaran. Memang kadang aku tak menaati peraturan tapi itulah masa-masa esemaku. Masa pertengahan dari kehidupanku yang akan berlanjut ke tahapan yang lebih dewasa. Sering terlintas pikiran ketika melihat mahasiswi, apakah kuliah itu juga indah seperti esema? Apa orang lebih memilih penampilan bebas yang terbatas sambil menjalani pendidikan? Entahlah.. aku tah paham karena aku masih memakai seragam putih abu-abu. Jarak yang sangat dekat untuk melangkah menjadi seorang mahasiswi. Hanya berbekal pribadi dan tampilan yang baik semua akan terlaksana dengan baik.
            Masa esemaku.. akan kujadikan sebuah kisah dalam satu sampul buku kehidupan yang tak akan pernah terlupa dan selalu terbayang-bayang dalam benakku. Masa yang sungguh mengindahkan bisa mengenal semua yang telah ku kenal dan satu hal yang ingin ku ucapkan dalam tulisanku ini, “teman.. aku sangat bahagia mengenal kalian, jangan saling melupakan karena kalian semua ada dalam hatiku, tersenyumlah kalian.. aku sangat menyayangi kalian.” Tak lama lagi perpisahan itu akan datang, dan waktu yang sangat singkat ini akan ku warnai bersama kalian. Sebelum berpisah dengan kalian semua, aku ingin kisah esema kita menjadi kenangan abadi di hati masing-masing. Dan jangan anggap perpisahan ini akhir dari pertemanan, perpisahan bukanlah perpisahan tetapi berpisah sementara untuk berjumpa kembali. Aku akan selalu mengenang masa esema ini. Pelajaran yang sangat berarti bagiku, masa esemaku yang penuh dengan kisah-kisah yang tiada akhir.

Pelangi di Putih Abu-abuku


Pelangi di Putih Abu-abuku
Oleh
Selfia Mona Peggystia



                16 Mei 2011. Ya, senyum bahagia itupun datang menghampiriku, mulai bersiap-siap untuk mengambil sekertas amplop yang sangat berarti di hari itu. Harapan dan do'a menjadi bekal yang tertanam di hatiku.
            Pagi itu kulihat motor-motor berjajaran di toko depan esemaku, teriakan dari teman-temanku yang tak henti.. "lulus 100 %..." Dengan perasaan yang belum puas akupun berlari merampas sebuah koran milik temanku, perlahan ku mencari dan mencari sebuah nama, dengan perasaan bahagia air matakupun menetes, lalu tersenyum sembari memeluk ketiga sahabatku. "Teman, kita lulus…. J"
            Pagi yang sangat indah dan tak terlupakan. Rasanya tak seru tanpa ada pelangi yang mewarnai baju putih abu-abuku. Tak lengkap bila semua terlewatkan begitu saja. Apalagi berulang tahun di hari kelulusan, mungkin hadiah pertama yang membuat  kita tersenyum, kado yang sangat spesial yang di tunggu. Suara itupun terdengar dari salah satu temanku, hari itu hari kelulusanku, sekaligus hari ulang tahun temanku. Berbondong-bondong ucapan ulang tahun menghampirinya, tanpa pikr panjang dan berdiri lama-lama aku dan teman-temanku langsung bergegas ke rumah teman yang berulang tahun di hari itu.
            Sesampai di sana bukannya masuk lalu duduk sebagaimana biasanya orang bertamu, melainkan mengambil spidol lalu mencorat-coret seragam putih abu-abu. Memang hari itu terlalu banyak artis dadakan yang menyerbu seragamku sampai aku pusing sepuluh keliling memberi tanda tangan untuk para fansku…. :D
"Sabar-sabar pasti kebagian semua kok… :D". Ucapku sambil tertawa. Serbuan pilokpun mewarnai putih abu-abuku sampai kepalaku terasa agak pusing mencium bau-bauan pilok, tapi tak apalah yang penting aku lulus bersama teman-temanku. Hal yang paling wajib dan bukan sunah lagi adalah aksi pemotretan artis dadakan alias berfoto bareng teman sekelas, hahahaha….
Dengan gaya sumerellah, pemotretanpun berlangsung lama dan "HAPPY ENDING". Perutpun mulai protes dan bersedih karena lapar. Oo ooo?????
Tenang, sudah di siapakan sama yang punya rumah… J Makan kenyang dengan ronda pertama sekaligus ronda kedua, iiishhh aku kenyang sangat sampai tak menghabiskan bakso yang begitu nikmat itu, mm.. yummiiiii….
            Setelah semua kenyang dan perut sudah bisa di ajak kompromi, aku bersama teman-temanku kompoi bareng. Ini nich yang di tunggu-tungu, klakson yang tiada henti terpencet oleh ibu jariku. Semua orang yang melihat girang, menyeruakan kata selamat kepada kami dan ikut gembira ria melihat kami yang lulus.
            Mmm, tak terasa melelahkan bisa bertemu dia di hari kelulusanku. Terasa lengkap, moment yang begitu bahagia, senyuman yang tiada henti dan bukan sebuah perpisahan melainkan perpisahan sementara untuk bertemu kembali. Selama tiga tahun kita menjalani masa-masa esema banyak pelajaran yang kita dapat. Kisah yang akan menjadi cerita nantinya, datang pagi untuk bersekolah dan pulang bersama ke rumah masing-masing. Pelajaran yang kita takuti, yang membuat perut tiba-tiba mules. Sekarang, kita tak bisa lagi seperti itu berjumpa dengan kesibukan kita sebagai anak IPA. Mungkin tanpa ada pengalaman seperti itu tak ada yang akan menjadi kenangan indah masa esema kita. Ingat teman, aku selalu untuk kalian, meskipun kita berpisah nantinya kenanglah masa esema bersama aku. All for one, one for all, aku bahagia bisa mengenal kalian semua.
            Perpisahan ini bukan semata untuk saling tidak melihat tetapi kita belajar untuk saling mengenal dan tak melupakan satu sama lain, "bergegaslah kawan, mari kita berjuang untuk masa depan…!!!". Kenanglah masa indah esema kita…. J

Twescie In Memoriam


Twescie In Memoriam
Oleh
Selfia Mona Peggystia



            Mm.. mulai darimana dulu ya, bingung akuh, hahaa....
Dulu semasih aku esema, banyak ceritaku yang tiada berujung. Dari dateng kesekolah sampe pulang sekolahpun masih teringat dalam bayangku. Bangun pagi lalu siap-siap menuju sekolah, panasin motor dan start jam 7, kadang lebih hingga aku telat nyampe sekolah. Jrjrjrjrjrrr.. keliatan batang idungnya pak Suitre, mulai degdegan dan langsung memarkirkan motor yang menurutku sembarang parkir karena tak karuan rapinya. Bodo, ketimbang di panggil pak Suitre mending cepetan kabur aja, jiahhh...!!! (begitu pikirku saat itu) =.=
            Baah mulai lagi deh, ketangkep sama mr. Ridwan Helmi, mesti kepontang-panting nyari alesan yang akan membuatku bebas nantinya. Begitu babibu, akupun mulai terbebaskan dan langsung duduk di sebelah Widya (sahabatku), haii Widya salam cupcupmuah buatmu, hehee kamu pasti baca kan.... Setelah lama duduk di bangku ku, yang selalu always nyengnyeng (Eka dan Datin), waooww gosipnya tiada henti, sampe kedua kupingku panas dengerinnya. Mm tapi tak apalah, tak ada mereka berdua terasa sepi deretan bangku ku. Apalagi salah satu dari mereka ga masuk, aduhhhh ga ga ga, ga kuat sepinya ga ada yang rame lagi deh. Ooiya si pampam kelupaan Adim Kan Toegimin yang selalu setia menemani dan membantu Eka dan Datin. Pam.... haii, apa khabar kamu?? Kamu baca juga kan, hehee.... Sesolit-solitnya persahabatan cuma di kelas IPA2 aja, TWESCIE NOW and FOREVER, miss u.... ~.^
Suasana di kelas XII IPA2
            Menggiurkan, asyiik, seruuuuuuuu, gokil tiada banding, nomer satu terdepan dan terpercaya persahabatannya. Ini nih aku ceritain sedikit yah, mulai dari jam pertama jam 07.15 udah kudu start di dalem kelas tapi kadang ada juga yang suka telat.
Nama siswa/siswi yang suka telat:
1. Monaa, hehee ilaq aku batur-batur....
2. Julian
3. Chindy, kadang telat juga kamu Chiin, hhe....
4. Rachyan
5. Nah sama sapa lagi ya, lupa akuh....
            Itu dah siswa/siswi yang suka telat di kelas, maklum loteng jauh tapi itu tuh yang di lembuak sungguh terlalu kok bisa telat ya, ape bae gaweq leq balen, ckckckck....
Sambung dulu geh yang tadi jam pertama di kelas itu, semua di kelas selalu semangat kalo jam pertama, maklum pikiran masih jernih dan bersih. Apalagi yang masih pagi gitu, ada aja yang suka fban, wahwah yang penting ga ketauan guru aja dah, lanjutkan...!!! Hahaa
Jam istirahat
            Wara-wiri bel bunyi langsung pada kabur dan nyerbu kantin, dari sebelum-sebelum juga uda pada rapiin buku buat istirahat. Di kantinpun udah rame di padati siswa/siswi yang pada kelaperan, mau masuk kantin aja udah desak-desakan sampe ga bisa nafas tapi harus tetep berjuang buat dapetin sepiring nasi dan lauk, hahaa.... Seperti biasa di bawah pohon manggis deket berugak adalah tempet tongkrongan sebagian cewek-cewek TWESCIE. Banyak kenangan di sana, mulai dari makan bareng ngerumpi bareng, ketawa bareng dan menikmati semuanya yang telah lewat. Begitu bel masuk, perut mulai mules tak karuan kenapa dan kenapanya, eh ternyata dan ternyata bukan karna mau buang air tapi karena pelajaran KIMIA, wahadupzz...!!!
Pelajaran yang paling hot (KIMIA)
Oleh pak Sumardianto

            Orang yang cerdas, bijaksana, dan tak pelit nilai tapi kalo udah denger namanya, iiiiiii waooww ngeriiiiiii.... Bukan wajahnya yang mengerikan tapi suka nunjuk tiba-tiba, kan jadi salah tingkah, mana soal udah nungguin di depan, aduhhhhhhhhhh....
Mm, untung aja di kasi kesempatan nyari jawaban dulu baru maju ke depan, oalaaah syukur Tuhan membantu. Main lempar ke temen dah trus, suruh ajarin ato nda suruh jawabin soal yang di kasi tu, dan keberuntungan datang lagi, temen-temen ga pelit masalah jawaban tapi ada juga sih yang ga bisa bantuin. Yah.. yang penting terselamatkan saja, udah bersyukur....
Kadang suka ngebosenin juga denger penjelasan pak guru tapi mau tak mau harus merhatiin bener, kalo ngga bisa di introgasi. Parahnya neh, kalo lagi setengah jam pelajaran pak guru suka ngasi soal dadakan, jawabannya juga dadakan, semua di kelas jadi satu kalo udah di kasi soal ga ada yang terpisah sedikitpun, karena kalo terpisahkan tak bisa menjawab, ya jadi harus ikut-ikutan nimbrung ngerjain meskipun sebenernya ga ikut ngerjain. Daripada ga jadi-jadi, ya harus usaha, “NYONTEK.”
Itulah indahnya kebersamaan di kelas IPA2 TWESCIE. Meskipun sedang bersusah-susah saling ngebantu ga hanya pas bahagia aja, semua untuk satu untuk keluarga besar TWESCIE.
Pelajaran yang terbilang sedang-sedang saja (BAHASA ARAB)
Ahlan wasahlan...!!!
            Jujur aja dari kelas satu belajar bahasa arab ga bisa ngerti-ngerti cuma beberapa aja yang aku bisa termasuk “ahlan wasahlan saja.” Mm mending di suruh bahasa sasak aja deh, lebih praktis, hahaa....
 Aneh banget, kalo lagi mau ulangan ga pernah namanya belajar tapi selalu dapet nilai bagus, delapan ato nda angka sembilan komaan, weiiz.. tetep bingung aku, kok bisa dapetnya segitu ya....
Mau tau jawabannya?? Ya tanya si ustadz Hartadi, jamaah... oo jamaah..... hahaa
Pasti deh dapet nilai bagus, makasi ya buat ustadz buat temen-temen yang lain juga udah pada ngebantu, makasi-makasi.... ^^.^^
Pelajaran yang paling bersantai ria (MULOK PARIWISATA)
            Tau kenapa, itu karena dari kelas 2 gurunya bongoh-bongoh saja, mau muridnya ngegosip maen di kelas sampe ada yang ketiduranpun masih tetep ga bertindak sama sekali, wadooh pak guru sampean kenapa iki, coba aku jadi guru udah taq marah-marahin tu si murid. Hahaa
TERKECUALI tapi neh si pak Tuste yang ngajar pas kelas 3, kadang suka berleeeeeebihan caranya ngomong, ono ae iki pak. Kadang juga ngerayu anak muridnya bilang cantik ato apalah kaya Regina Ayu Gazela. Duuhhhhh Egi kaya ga bisa diem gitu tingkahnya, pak guru juga inget istri di rumah dong masak suka sama Egi sih.... hahaa
Suasana menjelang pulang sekolah
            15 menit lagi, ada yang udah ngeberesin buku bolpoin dll. Mulai ngambil bedak buat yang suka bawa bedak, sisiran biar keliatan rapi dan ga lupa kacaan. Itulah si cewek TWESCIE tapi yang sebagian aja seh.... hmmm
Belpun berbunyi. Aneh, yang kelas tiga aja di suruh nyanyi lagu kebangsaan sebelum pulang. Mitosnya seh “agar tetap mengingat lagu kebangsaan dan tak lupa,” gitu katanya tap cuma denger-denger aja seh....
At parking area...!!!
            Rame, macet pula. Di parkiran juga bisa macet ternyata, yang kelas dua tiga mau pulang yang kelas satu baru dateng, jadi ya macet total. Mesti bersabar aja padahal perut uda protes. Tapi ya itulah pengalaman dan cerita masa-masa esemaku, “tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolah.”  Andai aja waktu bisa keputer, mungkin bisa ngerasain masa esema lagi tapi sekarang harus menjadi lebih baik dari sebelumnya, mikir ke depannya, sukses trus buat keluarga besar TWESCIE. ( ^.^)
 Itu beberapa dari cerita kita bersama, masih banyak bergudang-gudang cerita kita yang belum bisa ku tulis. Di ingat dan di kenang untuk selamanya, persahabatan tak hanya sampai kita tamat sekolah saja, sekarang dan selamanya persahabatan itu akan ada. JAYA SMAN 1 Narmada, JAYA PULA buat TWESCIE....



The Accidents Of Birthday


The Accidents Of Birthday
Oleh
Selfia Mona Peggystia


Annyeoug...!!!
Kembali lagi dengan saya yang akan menceritakan sejuta cerita kocak yang pernah kita lalui bersama, ketika kita mengenakan seragam putih abu-abu. Kalian semua pasti terbayang dengan judul cerita yang saya buat. Maka dari itu, baca dan simak baik-baik cerita kita semua. Salam terhangat buat kalian semua “my lovely class, TWESCIE”.
            Hari itu, entahlah aku lupa hari itu hari apa. Terang teringat dalam bayangku ketika mengenakan baju khusus yang setiap hari rabu dan kamis kita kenakan bersama. Pikiran yang entah dari mana datang, yang sejujurnya pada awal aku tak menyukai niat kalian semua. Bagai nasi yang jadi bubur, begitulah yang aku alami kala waktu itu. Berapa macam tepung, berapa pula telur yang nantinya menjadi hidangan lezat tuk yang berulang tahun. Sedari pagi memang tak ada gembar-gembor mengenai kejutan yang tak pernah terpikir olehku. Merencanakan semuanya tanpa sepengetahuanku.
            Hari itu, tepatnya jam terakhir yang beruntung buat kelasku ga ada guru dan engga belajar. Si kapten kelas yang lagi asyik bercanda gurau dengan para cowok TWESCIE lainnya, tak pernah terpikir akan mendapatkan kejutan yang begitu spesial. Lain halnya dengan cewek-cewek TWESCIE yang lebih memilih berdialog di dalam kelas, duduk di perapian pinggir kolam bawah pohon mangga. Sayup-sayup angin menyapa jika hendak duduk di perapian rumput yang hijau itu. Satu jam lagi bel akan terdengar bunyi uniknya, sementara para cowok sudah mempersiapkan semuanya tanpa ada yang terlupakan.
Randa, begitu di sapa oleh semua teman yang mengenalnya. Berusaha berlari sekuat tenaga dari tekanan cowok-cowok TWESCIE yang akan membuat ia berlumuran tepung dan telur. Kemanapun arah ia berlari akan masuk perangkap jua, jelas saja setelah bermandikan tepung dan telur, iapun terbuang dengan ringan oleh beberapa tangan yang menceburkan ia ke kolam. Cuuuurrrrrrrrrr kedubrak.... kedengaran hempasan tubuh cowok yang berulang tahun itu. Beberapa pasang mata mengalihkan perhatian ke pusat kejadian, gelak tawapun tak habis-habisnya keluar dari bibir semua yang melihatnya. Merasa iri dengan apa yang telah dialaminya, si cowok yang telah basah kuyup itu meminta agar aku di perlakukan sama halnya dengan dia.
            Oo.. oo.. ooww------- ku mulai menyelinap pergi dari keramaian, menyembunyikan diriku dari pusat keramaian. Kopsis, tempat yang menurutku tepat untuk bersembunyi. Berbisik pada mba yun agar tak berucap sepatah katapun bila ada yang mencariku. Iapun mengangguk sambil melayani pembeli yang cukup ramai. Gugup menemaniku saat itu, berharap tak ada yang mencariku. Beberapa menit kemudian, suara itu tak asing kudengarkan, menanyakan keberadaanku. Terkaget bukan main, mba yun tak bisa lagi menyelamatkan aku dari segerombolan cowok-cowok yang layaknya bagai penjahat kakap atas itu. Menggobrak pintu menarik-narikku sangat keras. Teriakan dari mulutku yang begitu keras meminta pertolongan. Berharap sang pangeran akan datang menolongku dengan kuda putih yang berhiasan, yang layaknya permaisuri. Uwaha.. cuma hayalku saja, tanpa menunggu lama setelah si doraemon tasku dan juga sepatu imut berwarna coklatku terlepas, aku yang layaknya duyung mendapati diriku telah mengapung di kolam ikan yang berukuran kecil tepat berada depan kopsis. Wajah memerah mulai terpancar, rasa malu yang menghiasiku. Telah mendapati diriku basah kuyup, semua yang melihatku menyorakkan dengan gelak tawanya. Betapa malunya aku saat itu, bergegas menuju musholla merapikan diriku yang berantakan, lumpur yang menempel di rokku membuat aku jijik melihat diriku. Iisshhh!!!
”Ooh Tuhan, inikah hadiah yang Kau berikan untukku. Kejutan yang membuatku malu, lumpur yang berserakan di sebagian seragamku. Benar-benar hadiah yang tak pernah terlupakan di umurku yang ke 18”-----terucap dalam hati.
            Usai membersihkan diriku, sebelum bel menandakan untuk pulang, aku sudah bersiap dengan penampilanku yang begitu konyol, karena hadiah yang tak pernah di sangka-sangka dari teman sekelasku. Lekas saja ku bergegas mengambil si imut hitamku yang terparkir begitu rapinya. Mengegas dengan lembutnya tanganku, seakan memberi perlindungan dari terik siang yang menguras keringat. Beberapa siswa yang keluar kelas mulai menertawakanku, dengan wajah memaluku lantas kumengegas dengan kilat si imut hitamku meninggalkan sekolah. Haahhhhhh...........!!!

Beda dengan Utami Oktaviana Kusuma Wardani yang berulang tahun menjelang les tiba. Inilah cerita selengkapnya, mohon di simak dengan seksama!!!
            Usai jam pelajaran, beranjak menuju WB yang terkenal dengan makanan khasnya pecel  tuk mengisi beberapa perut yang sedari tadi mengeluarkan bunyi karena lapar yang tertahan. Memang warung yang dijuluki inaq gecin ini sangatlah laris buat kantong anak esema. Kami sekelas bebondong-bondong mendemo naq gecin tuk mendapatkan sepiring pecel+es kelapa hijau segar. Tamilah yang mentraktir saat itu, karena hari itu adalah ulang tahunnya. Berbagi dengan teman-teman tak akan terlupakan. Gomawo Tamii...!!! Hehehee J
Perut sudah berisi saatnya kembali ke sekolah untuk menuai pelajaran tambahan yang akan diisi oleh wali kelas kami. Dua jam telah lalu, tak tik jitu telah di rancang beberapa cowok TWESCIE, yang selalu bermodalkan tepung dan telur. Seusai pelajaran tambahan berakhir, Tami yang baru saja keluar kelas langsung di sambut dengan beberapa tepung yang membuat wajahnya terlihat mengenakan bedak. Telurpun menghiasi dirinya yang kelihatan seperti kue belum matang. Hehee peacee...!!!
            Tak lupa dirinya menyuruh salah satu teman menjepret dirinya sedang berlumuran tepung dan telur. Sebagai kenangan yang hingga sekarang kita akan mengingatnya. Sebandel-bandel anak TWESCIE bila hendak berulang tahun tak pernah mau mendengarkan ucapan guru yang memberi peringatan “jangan rayakan ulang tahun dalam sekolah”, tak jua di hiraukan.

Yoniq’s Birthday (19 mei) yang bersamaan dengan Widya....

Begini cerita seingatku. Mohon untuk di simak baik-baik ya, karena ini cerita terkhir yang ku ingat. Hehee selamat membaca kawan!!!
            Pulang sekolah ato engga pulang les, aku sedikit lupa. Kejadiannya tepat depan ruang perpus, telur vs tepung dilemparkan ke muka Yoniq. Jerit teriakannya girang terdengar sepasang telinga. Sampai pada akhirnya petugas perpus keluar dari kandangnya, wajah masam sinis sekaligus omelannya tak kunjung reda. Yang tadinya ramai karena gelak tawa, kini diam bungkam tanpa kata. Menyadari akan kesalahan, secepat mungkin membersihkan kotoran bekas tepung dan telur hingga terlihat bersih. Takut pak kepsek memarahi kami semua tapi dasar apesnya, ketika upacara berlangsung di minggu berikutnya, pak kepsek mulai mengumbar kesalahan kami. Setelah mendengar, bukan kami saja yang menjadi subyek bersalah, kelas tiga yang lainpun ikut bersalah karena sama-sama membuat kesalahan berulang tahun di sekolah. Pembacaan do’a menjadi akhir dari berlangsungnya upacara senin itu. Terkaget bukan kepalang, kelas kami di panggil dan harus patuh atas perintah yang menyuruh kami untuk diam di lapangan. Sementara yang lain masuk kelas masing-masing. Berdiri di hadapan kami sesosok pria bertubuh agak tegap (pak Suitre). Memberi peringatan pada kami untuk tidak mengulangi apa yang sudah terjadi. Sebagai hukuman, kami semua membersihkan lapangan yang tak begitu kotor keliatannya itu.
            Namun dasar kuping apa yang di miliki anak TWESCIE, mengiyakan ketika di beri peringatan saja dan berlalu mengabaikan tanpa mengingat sedikitpun gertakan pak Suitre. Hebat bener emang kelasku, salut dengan kenakalan yang membawa sedih maupun senang bersama. Kebersamaanlah yang membuat kita semua nyaman, persahabatan yang tak akan perna sirna oleh senyum-senyum kalian. TWESCIE untuk satu, satu untuk TWESCIE. Jaya kelasku tercinta, miss u TWESCIE.
Sekian ceritaku, kapan-kapan di sambung lagi ya, makasi atas perhatiannya sudah membaca. Gomawoooooooooo!!!

The End

Ajaibnya Mimpi Ini


Ajaibnya Mimpi Ini
Oleh
Selfia Mona Peggystia


                Pagi nan indah, seperti biasa mentari datang kembali kehariban ibu pertiwi. Hangat sinarnya seolah menandakan ini hari di musim semi. Hari ini kan pertama hari libur, mesti ngerencanain bakalan liburan kemana. Bundaaaaa.... begitu panggilku dengan manja lalu mendapatkan bunda di dapur sedang memasak untukku. Sambil mencicipi masakan bunda, perlahan aku mulai mengutarakan niatku untuk pergi berlibur. Bun, pergi liburan kemana kita ni, masak cuman di rumah aja, tanyaku. Bundapun menjawab, iya sayang besok kita liburan ke pantai. Asyiiiik, liburan kali ini ke pantai. Makasih ya bunda sambil tersenyum manis.
            Malamnyapun aku membereskan baju dan barang apa saja yang akan kubawa esok pagi. Rasanya pengen cepet pagi, pengen sepuasnya main pasir dan berenang di pantai, hayalku. Tenggorokan yang terasa kering ingin segera meredakannya, akupun langsung menuju dapur lalu mengambil air dan meminumnya. Segarrrrrrrrrr!!! Di ruang tengah langkahkupun terhenti. Aku melihat lukisan tua di dinding itu terpajang yang sudah lama sekali. Peninggalan kakek yang hobi sekali melukis. Menatap sambil meraba-raba lukisan tersebut. Indahnya, kakek emang jago, bathinku. Mulai berhayal seperti yang ada di lukisan itu, berapa detik buyar karena bunda mengagetkanku. Ah bunda ganggu aja, sergahku. Udah kamu tidur aja, udah malam ni, besok kan mau ke pantai, biar cepet bangun ya harus tidur cepet, pinta bundanya.
            Akupun menuju kamar dan berbaring sambil mengingat lukisan itu. Perlahan aku memejamkan mata indahku, tak berapa lama akupun tertidur. Dalam nyamanannya aku tidur, bidadari mimpipun muncul. Aku berada di tengah desa yang indah seperti dalam lukisan milik kakekku. Terdengar dari kejauhan, suara itu memanggil namaku. “Kakek, langsung memeluk kakek”. Akupun di ajak ke sebuah pondok desa tempat tinggal kakek bersama nenekku. Suasana di desa itu nyaman dan tenteram, jauh dari riuhnya keramaian. Ketika aku masuk dalam sebuah kamar yang tak lain kamar itu adalah milikku. Lalu aku memandang sekeliling kamar dan membuka jendela, aku melihat pemandangan yang tak pernah aku lihat selama ini. Asri, sawah membentang, padi-padi menguning serta kicauan burung menambah keindahan berada di desa itu. Tak lama kemudian nenek mengajakku berkebun untuk memetik sayur dan buah-buahan. Sesampai di kebun, aku tercengang akan kebun nenek, begitu lebat buah dan sayur, pertama aku melihat dan pertama aku akan memetik. Ga seperti biasanya aku cuma bisa mengambil di supermarket saja tapi kini bukanlah supermarket melainkan aku melihat secara langsung. Dengan riang aku memetik buah stroberry, sesekali aku mencicipi rasanya, manis dan segar. Tak pernah terbayang bisa langsung memetik dan mencicipinya. Hijaunya anggur yang begitu segar tak akan terlupa untuk memetiknya. Hingga tiba saatnya aku dan nenek bergegas pulang.
            Sementara pagi telah datang, bunda berusaha membangunkan dari tidurku tapi bukan kepalang, aku tertidur lelap karena masih bermimpi berada dalam lukisan milik kakek. Pulas sekali ia tidur, tak akan ku bangunkan lagi, ucap bunda.
Setelah beberapa hari terasa dalam mimpiku, aku banyak melihat apa yang tak pernah aku lihat. Seperti surgawi berada dalam mimpi, berjalan-jalan di desa yang panoramanya sangat indah. Mencicipi buah segar dan masih banyak lagi yang menyenangkan hatiku. Dan satu yang paling aku senangi bertemu teman baru yang sangat baik, yang suka mengajakku berjalan-jalan keliling desa. Ada satu tempat yang indah, di mana di sana ada sebuah danau indah dengan perahu yang bisa dinikmati. Berdayung-dayung di atas perahu sedang, angsa putihpun menambah keromantisan suasana sore itu. Tak tersadar, keadaan berubah sekejap, dia menatapku tajam dan aku berusaha tak terbawa dengan tatapannya. Aku terus mendayung agar cepat kembali kerumah kakek karena hari sudah gelap. Diapun mengantarku pulang. Sebelum aku masuk rumah, aku sempat mengatakan esok pagi aku akan pulang. Diapun melihat dengan tatapan yang sangat beda.
Keesokan harinya
            Semua sudah terkemas dengan baik, akupun berpamitan pada kakek nenek. Begitu melangkah untuk pulang, dia datang menghampiriku lalu mengucapkan salam perpisahan, dia memberiku sebuah kalung kenangan. Aku tersenyum sekaligus berterimakasih padanya. Diapun tersenyum padaku.
Di rumah sudah menunjukkan jam 11, bunda kembali membangunkanku. “Sayang, bangun uda siang ni”. Mm bunda.... uda jam berapa ini?? kita jadi liburan hari ini, tanyaku. Udah jam 11 sayang, besok aja kita perginya, sekarang mandi dulu sana, bunda udah siepin makanan untukmu. Akupun tersenyum dan mencium kening bunda. Ga ke pantai juga tak apa, lebih menyenangkan liburan bersama kakek-nenek, meskipun semuanya hanya mimpi. Tersenyum sembari mengingat mimpiku yang sungguh ajaib. Ajaibnya bisa tinggal seperti dalam lukisan hingga aku bangun kesiangan. Hahaha.... dan ternyata setelah membersihkan tempat tidurku, aku menemukan kalung kenangan yang terselip di bawah bantalku. Yah, teringat kembali dengan mimpiku. Sungguh ajaib mimpi ini, tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala.